Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 79 / INJIL 2011 / RPB 05 / 10.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 1.
A3 ) BERIBADAH HANYA SEBAGAI RUTINITAS ->> Pergi beribadah, namun tidak mengerti kebenaran.!
Ada juga yang mengerti kebenaran, tetapi mereka tidak hidup di dalam kebenaran, melainkan mereka malah menyalahgunakan kebenaran itu sendiri untuk keuntungan dirinya sendiri dan golongannya.
~> Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu. ->> Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai hawa nafsu, ->> yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 2Tim 3:5-7.
~> Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. ->> Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, KEBODOHAN MEREKA PUN AKAN NYATA BAGI SEMUA ORANG. // 2Tim 3:8,9.
~> Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. // Tit 1:16.
------------------------------------------------------------------------
B ) AKIBAT DARI “EGO” dan “CINTA UANG” (2Tim 3:2-4).
Oleh karena “EGO” dan “CINTA UANG” manusia akan mengalami banyak perubahan di dalam diri mereka.
INJIL menjelaskan kepada setiap kita yang percaya mengenai beberapa perubahan dalam diri manusia pada akhir zaman ini :
01 ) Menjadi pembual dan suka menyombongkan diri.
02 ) Menjadi pemfitnah.
03 ) Menjadi pemberontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih.
04 ) Menjadi tidak memperdulikan agama.
05 ) Menjadi tidak tahu mengasihi.
06 ) Menjadi tidak mau berdamai.
07 ) Menjadi suka menjelekkan orang.
08 ) Menjadi tidak dapat mengekang diri.
09 ) Menjadi garang.
10 ) Menjadi tidak suka yang baik.
11 ) Menjadi pengkhianat.
12 ) Menjadi bodoh tidak berpikir panjang.
13 ) Menjadi berlagak.
14 ) Menjadi lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
~ Berjaga-jagalah.! Tetaplah tinggal dalam kesucian dan jangan menimbulkan reaksi dosa.! Sebab wujud mereka memang manusia seperti kita, tetapi di dalam diri mereka yang sesungguhnya adalah iblis yang selalu ingin mencari-cari masalah dan persoalan ~
Haleluya…. Haleluya………
~> Dilanjutkan ke jilid 3.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 1.
A3 ) BERIBADAH HANYA SEBAGAI RUTINITAS ->> Pergi beribadah, namun tidak mengerti kebenaran.!
Ada juga yang mengerti kebenaran, tetapi mereka tidak hidup di dalam kebenaran, melainkan mereka malah menyalahgunakan kebenaran itu sendiri untuk keuntungan dirinya sendiri dan golongannya.
~> Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu. ->> Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai hawa nafsu, ->> yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 2Tim 3:5-7.
~> Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. ->> Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, KEBODOHAN MEREKA PUN AKAN NYATA BAGI SEMUA ORANG. // 2Tim 3:8,9.
~> Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik. // Tit 1:16.
------------------------------------------------------------------------
B ) AKIBAT DARI “EGO” dan “CINTA UANG” (2Tim 3:2-4).
Oleh karena “EGO” dan “CINTA UANG” manusia akan mengalami banyak perubahan di dalam diri mereka.
INJIL menjelaskan kepada setiap kita yang percaya mengenai beberapa perubahan dalam diri manusia pada akhir zaman ini :
01 ) Menjadi pembual dan suka menyombongkan diri.
02 ) Menjadi pemfitnah.
03 ) Menjadi pemberontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih.
04 ) Menjadi tidak memperdulikan agama.
05 ) Menjadi tidak tahu mengasihi.
06 ) Menjadi tidak mau berdamai.
07 ) Menjadi suka menjelekkan orang.
08 ) Menjadi tidak dapat mengekang diri.
09 ) Menjadi garang.
10 ) Menjadi tidak suka yang baik.
11 ) Menjadi pengkhianat.
12 ) Menjadi bodoh tidak berpikir panjang.
13 ) Menjadi berlagak.
14 ) Menjadi lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
~ Berjaga-jagalah.! Tetaplah tinggal dalam kesucian dan jangan menimbulkan reaksi dosa.! Sebab wujud mereka memang manusia seperti kita, tetapi di dalam diri mereka yang sesungguhnya adalah iblis yang selalu ingin mencari-cari masalah dan persoalan ~
Haleluya…. Haleluya………
~> Dilanjutkan ke jilid 3.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
~~ Manusia Akhir Zaman menurut INJIL ( 1 ) ~~
No : AA – 78 / INJIL 2011 / RPB 05 / 10.
Oleh : Amos Anthony Halim.
Setiap kita yang hidup sekarang ini berada di AMBANG PINTU AKHIR ZAMAN.
Di dalam masa-masa yang seperti ini, keadaan manusia akan semakin sulit oleh berbagai macam bentuk tekanan di sekitarnya, sehingga mereka yang tidak tahan oleh tekanan tersebut akan melakukan perbuatan dosa dan menjadi binasa oleh karenanya.. Maka dari itu setiap kita yang percaya harus lebih memperkuat pondasi kita, yaitu BERPIJAK KEPADA PENGERTIAN FIRMAN TUHAN DENGAN BENAR, agar setiap kita yang percaya tidak akan roboh dan binasa kekal. – Haleluya…… Haleluya…………
INJIL menjelaskan dengan sangat terperinci tentang keadaan manusia pada Akhir Zaman, supaya kita sebagai anak-anak Tuhan tidak terkejut dalam menjalani kehidupan pada saat ini.
>> Sebab ini semua adalah PENGGENAPAN DARI FIRMAN TUHAN.!!
>> Dan TUHAN PASTI AKAN MENGGENAPI SETIAP FIRMAN-NYA.!!
>> KARENA FIRMAN TUHAN ITU KEKAL SELAMA-LAMANYA.!!
>> AMIN..!!
-------------------------------------------------------------------------
A ) KEADAAN MANUSIA DI AKHIR ZAMAN (2Tim 3:1-9) :
Menurut INJIL di Zaman Akhir ini, akan ada banyak perubahan yang terjadi di dalam diri manusia, jika kita sekarang ini melihat berita di TV maupun membaca berita di surat kabar (KORAN), banyak kejadian yang mengandung KEKERASAN, seperti: Demo (bahkan sampai ada anak sekolah TK yang diajak untuk berdemo) dan Perkelahian (perkelahian antar pelajar, antar kampung, antar desa, sampai perkelahian sesama anggota dewan yang terhormat di DPR & DPRD) terjadi dimana-mana, yang terutama adalah kasus PEMBUNUHAN, seperti: Peperangan (perang antar Negara & perang saudara), Pembunuhan, Bunuh diri, dsb.
INJIL menjelaskan ada 3 hal utama, mengenai keadaan manusia pada akhir zaman, yaitu:
1 ) Manusia semakin mencintai dirinya sendiri.
2 ) Manusia menjadi hamba uang.
3 ) Manusia beribadah hanya sebagai rutinitas saja.
-------------------------------------------------------------------------
A1 ) SEMAKIN MENCINTAI DIRINYA SENDIRI ->> Tingkat ke “EGO” an manusia semakin meningkat, mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dan golongannya, mudah tersinggung, serta suka bersungut-sungut.! Kasih kebanyakan orang menjadi dingin.! Mereka se “OLAH-OLAH” berlomba untuk mengasihi dirinya sendiri, karena yang mereka pikirkan hanyalah kepentingan dirinya sendiri atau golongan dan kelompoknya.
~> Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. // Mat 24:12.
A2 ) MENJADI HAMBA UANG ->> Cinta mamon, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, diperbudak oleh uang, segala sesuatunya akan mereka lakukan hanya untuk mendapatkan uang.! Sehingga kejahatan mereka akan semakin bertambah-tambah oleh karena uang.!! Banyak kasus yang bermunculan seperti kasus SUAP dan KORUPSI.
~> Karena AKAR SEGALA KEJAHATA IALAH CINTA UANG. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. // 1Tim 6:10.
Haleluya…. Haleluya……….
~> Dilanjutkan ke jilid 2.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
Setiap kita yang hidup sekarang ini berada di AMBANG PINTU AKHIR ZAMAN.
Di dalam masa-masa yang seperti ini, keadaan manusia akan semakin sulit oleh berbagai macam bentuk tekanan di sekitarnya, sehingga mereka yang tidak tahan oleh tekanan tersebut akan melakukan perbuatan dosa dan menjadi binasa oleh karenanya.. Maka dari itu setiap kita yang percaya harus lebih memperkuat pondasi kita, yaitu BERPIJAK KEPADA PENGERTIAN FIRMAN TUHAN DENGAN BENAR, agar setiap kita yang percaya tidak akan roboh dan binasa kekal. – Haleluya…… Haleluya…………
INJIL menjelaskan dengan sangat terperinci tentang keadaan manusia pada Akhir Zaman, supaya kita sebagai anak-anak Tuhan tidak terkejut dalam menjalani kehidupan pada saat ini.
>> Sebab ini semua adalah PENGGENAPAN DARI FIRMAN TUHAN.!!
>> Dan TUHAN PASTI AKAN MENGGENAPI SETIAP FIRMAN-NYA.!!
>> KARENA FIRMAN TUHAN ITU KEKAL SELAMA-LAMANYA.!!
>> AMIN..!!
-------------------------------------------------------------------------
A ) KEADAAN MANUSIA DI AKHIR ZAMAN (2Tim 3:1-9) :
Menurut INJIL di Zaman Akhir ini, akan ada banyak perubahan yang terjadi di dalam diri manusia, jika kita sekarang ini melihat berita di TV maupun membaca berita di surat kabar (KORAN), banyak kejadian yang mengandung KEKERASAN, seperti: Demo (bahkan sampai ada anak sekolah TK yang diajak untuk berdemo) dan Perkelahian (perkelahian antar pelajar, antar kampung, antar desa, sampai perkelahian sesama anggota dewan yang terhormat di DPR & DPRD) terjadi dimana-mana, yang terutama adalah kasus PEMBUNUHAN, seperti: Peperangan (perang antar Negara & perang saudara), Pembunuhan, Bunuh diri, dsb.
INJIL menjelaskan ada 3 hal utama, mengenai keadaan manusia pada akhir zaman, yaitu:
1 ) Manusia semakin mencintai dirinya sendiri.
2 ) Manusia menjadi hamba uang.
3 ) Manusia beribadah hanya sebagai rutinitas saja.
-------------------------------------------------------------------------
A1 ) SEMAKIN MENCINTAI DIRINYA SENDIRI ->> Tingkat ke “EGO” an manusia semakin meningkat, mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dan golongannya, mudah tersinggung, serta suka bersungut-sungut.! Kasih kebanyakan orang menjadi dingin.! Mereka se “OLAH-OLAH” berlomba untuk mengasihi dirinya sendiri, karena yang mereka pikirkan hanyalah kepentingan dirinya sendiri atau golongan dan kelompoknya.
~> Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. // Mat 24:12.
A2 ) MENJADI HAMBA UANG ->> Cinta mamon, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, diperbudak oleh uang, segala sesuatunya akan mereka lakukan hanya untuk mendapatkan uang.! Sehingga kejahatan mereka akan semakin bertambah-tambah oleh karena uang.!! Banyak kasus yang bermunculan seperti kasus SUAP dan KORUPSI.
~> Karena AKAR SEGALA KEJAHATA IALAH CINTA UANG. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. // 1Tim 6:10.
Haleluya…. Haleluya……….
~> Dilanjutkan ke jilid 2.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
Ktetenangan identik dengan keadaanH yang damia, tentram dan menyenangkan, dimana setiap pribadi dapat menjalankan kehidupannya tanpa ada perasaan takut atau cemas. Tapi ketenangan pada saat ini sudah merupakan sesuatu yang langka. Kalaupun kita menemukannya itu adalah merupakan uang. Allah sudah menyediakan sarana yang mudah dan cuma-cuma bagi kita dalam mencari ketenangan. Firman Tuhan mengatakan, hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati akan membusukkan tulang, itu berarti jika kita memiliki ketenangan dalam Yesus, maka kita akan sehat dan sebaliknya ketidaktenangan akan mendatangkan penyakit. Bagaimana agar kita mendapatkan ketenangan di dalam hidup kita? Melalui renungan kali ini ada langkah-langkah yang akan memberikan kita agar dapat memiliki ketenangan yaitu:
1. MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH, Harta kekayaan yang berlimpah, pangkat atau kedudukan yang tinggi dan semua yang menurut pandangan dunia hebat, semuanya bukan jaminan untuk menghasilkan rasa aman (ketenangan). Karena hanya bersifat sementara saja. Hanya dekan\t Allah saja kita tenang. Karena Dialah sumber keselamatan dan harapan yang pasti. Jika kita dekat dengan Allah maka kita akan mengerti janjiNya yang akan tergenapi dalam hidup kita.
2. HIDUP DALAM KEBENARAN KRISTUS. Orang yang hidupnya benar hatinya akan tenang. Alkitab berkata, "Dimana ada kebenaran di situlah akan tumbuh damai sejahtera, dan hasil dari kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Berusahalah hidup benar, maka hidup kita akan menjadi tenang.
3 JANGAN MENDUA HATI, Mendua hati artinya tidak mempunyai pendirian dan tidak memiliki iman, dan sebagai akibatnya akan menimbulkan kebimbangan dan konflik dalam hidup ini. Orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya dan juga tidak akan berani mengambil keputusan. Keadaan ini mendapatkan masalah dan jika tidak segera diselesaikan akan membinasakan tubuh kita. Milikilah kepribadian Yesus dalam hidup ini yang disertai dengan iman yang teguh, maka janji Allah akan di genapi di dalam hidup kita.
AMIN
1. MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH, Harta kekayaan yang berlimpah, pangkat atau kedudukan yang tinggi dan semua yang menurut pandangan dunia hebat, semuanya bukan jaminan untuk menghasilkan rasa aman (ketenangan). Karena hanya bersifat sementara saja. Hanya dekan\t Allah saja kita tenang. Karena Dialah sumber keselamatan dan harapan yang pasti. Jika kita dekat dengan Allah maka kita akan mengerti janjiNya yang akan tergenapi dalam hidup kita.
2. HIDUP DALAM KEBENARAN KRISTUS. Orang yang hidupnya benar hatinya akan tenang. Alkitab berkata, "Dimana ada kebenaran di situlah akan tumbuh damai sejahtera, dan hasil dari kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Berusahalah hidup benar, maka hidup kita akan menjadi tenang.
3 JANGAN MENDUA HATI, Mendua hati artinya tidak mempunyai pendirian dan tidak memiliki iman, dan sebagai akibatnya akan menimbulkan kebimbangan dan konflik dalam hidup ini. Orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya dan juga tidak akan berani mengambil keputusan. Keadaan ini mendapatkan masalah dan jika tidak segera diselesaikan akan membinasakan tubuh kita. Milikilah kepribadian Yesus dalam hidup ini yang disertai dengan iman yang teguh, maka janji Allah akan di genapi di dalam hidup kita.
AMIN
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
TUHAN menciptakan manusia sepasang: pria dan wanita (Kej 2: 21-25). Mereka diciptakan dalam keperbedaan tetapi satu kesatuan. Artinya, satu manusia namun dalam dua jenis kelamin yang berbeda. Manusia: pria dan wanita, sama dan sehakekat, tetapi diciptakan dalam fungsi yang berbeda untuk saling mengisi. Dalam perbedaan itu manusia menjadi sebuah persekutuan yang luar biasa karena saling membutuhkan, saling mendukung, saling melengkapi. Keperbedaan itu bukan untuk saling menindas atau diskiriminasi.
Tuhan memberikan birahi pada manusia, sehingga seorang pria akan menginginkan seorang wanita, dan sebaliknya. Namun birahi itu suci, yang digambarkan dengan kalimat: “sekalipun mereka telanjang mereka tidak merasa malu” (Kej 2: 25). Jadi, birahi diberi Tuhan bukan untuk diumbar. Birahi yang suci itu diberi untuk meme-lihara persekutuan suci antara pria dan wanita. Kepada manusia, Tuhan memberikan potensi yang luar biasa dalam kesadaran diri sebagai seorang pria dan wanita sehingga punya rasa suka yang membuat mereka bertemu dan mengikat diri. Itulah cikal bakal di mana manusia membangun keluarga. Dalam kehi-dupan keluarga, manusia mengem-ban mandat Tuhan supaya beranak cucu, menguasai bumi.
Oleh karena itu, keluarga adalah sebuah desain Allah. Keluarga bukan suatu kebetulan, bukan pula tragedi. Keluarga yang didisain Tuhan, antara pria dan wanita, harus saling mengisi dan meleng-kapi dalam perbedaan. Pasangan keluarga dijadikan Tuhan dari pria dan wanita, bukan pria de-ngan pria, atau wanita dengan wanita. Keluarga diciptakan untuk tumbuh, berkembang dan berkuasa atas bumi langit dan segala isinya. Keluarga yang bertumbuh dan berkembang itu akan menjadi masyarakat. Maka keluarga harus memuliakan Allah.
Tuhan menjadikan keluarga supaya manusia menyatu dalam keperbedaaan. Dan justru keperbedaan yang mampu membuat mereka mampu mende-monstrasikan kemampuan saling mengasihi. Keluarga menjadi satu wadah cinta kasih yang sangat luar biasa. Keluarga menjadi suatu bangunan yang sangat damai, dan model betapa indahnya hubungan antarmanusia. Keluarga yang menjadi cikal bakal dari sebuah masyarakat yang sehat: saling mengasihi, menyatu dan mampu mengekspresikan kasih Tuhan.
Karena itu, kalau masyarakat “sakit”, tidak bisa mencerminkan nilai yang seharusnya, itu pertanda bahwa keluarga-keluarga sudah kehilangan jatidiri, kehilangan peran yang mestinya mereka mainkan dalam hidup ini. Karena kalau keluarga baik, maka akan terbentuk masyarakat yang baik dan utuh. Jadi, keluarga adalah titik sentral pengharapan untuk masa depan. Keluarga titik sentral pembangunan keutuhan kebangsaan. Mem-bentuk keluarga bukan untuk sekadar memuaskan hawa nafsu seksual, atau untuk mendapatkan jaminan ekonomi. Membentuk keluarga bukan tradisi, budaya atau trend. Keluarga adalah sebuah struktur untuk memuliakan Allah.
Keluarga Kristen
Setiap orang Kristen harus menyadari dan menyikapi dengan serius bahwa keluarga adalah sebuah proyek besar yang tidak boleh gagal seumur hidup. Karena itu, proses pembentukan sebuah keluarga mesti diperhitungkan dengan matang, dikalkulasi sebaik-baiknya. Kalau kekecewaan datang, semua sudah terlambat. Memang ada “risiko” ketika sebuah keluarga dijadikan oleh Tuhan. Dikatakan, seorang pria dan seorang wanita akan meninggalkan keluarga mereka untuk dipersatukan, bukan dipersamakan. Pria dan wanita dipersatukan, sehingga dua yang berbeda tadi menjadi satu.
Keluarga disebut juga sebagai representasi persekutuan kasih, bagaimana hidup saling mengisi dan melengkapi. Keluarga harus mampu melukiskan dan menggambarkan bagaimana Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus hidup dalam ke-satuan dan kasih yang luar bia-sa, sehingga suami istri dan anak-anak mampu mengisi satu nuansa persekutuan yang bisa menimbulkan satu kekuatan luar biasa yang mampu mengatasi masalah apa pun, karena cinta kasih yang menyala.
Apakah keluarga kita sudah menjadi saksi? Sudahkah kita saling mengisi, bukan saling menjatuhkan? Kalau keluarga tidak menyadari tanggung jawab, lalai dalam pem-binaan anak-anak, maka keluarga telah menyiapkan bom waktu. Suami gelisah pada istri, istri mencurigai suami, atau orang tua kehabisan akal menghadapi tingkah anak-anak, begitu pula anak-anak merasa tidak mendapat perhatian dan perlindungan dari orang tua. Seribu satu kasus bisa ada dalam keluarga, tetapi satu kalimat yang perlu kita pegang: Apa pun masalah, jadilah pemenang untuk membawa keluarga sebagai persembahan bagi kehidupan masyarakat.
Apa pun masalah dalam keluarga, bergaullah dengan Tuhan supaya kita beres dari persoalan, dan ber-saksi kepada dunia. Dan kesaksian demi kesaksian itu bisa membawa orang pada kesadaran nilai yang hakiki dari kekristenan. Bukankah orang harus mengatakan kalau konsep keluarga Kristen itu luar biasa? Satu kali menikah tidak boleh cerai kecuali diceraikan kematian, karena mereka telah menjadi satu daging. Dan itu sangat luar biasa. Karena itu, paham ini perlu ditumbuhkembangkan sebagai satu aspek dari penginjilan itu sendiri. Jika ada yang bercerai, biarlah itu menjadi tanggung jawab masing-masing kepada Tuhan.
Karena itu, suami, istri dan anak-anak harus memainkan peran supaya keluarga mampu menye-lesaikan berbagai hal, membangun sebuah nilai luar biasa, memberi sumbangsih bagi masyarakat, gereja atau pun negara
Tuhan memberikan birahi pada manusia, sehingga seorang pria akan menginginkan seorang wanita, dan sebaliknya. Namun birahi itu suci, yang digambarkan dengan kalimat: “sekalipun mereka telanjang mereka tidak merasa malu” (Kej 2: 25). Jadi, birahi diberi Tuhan bukan untuk diumbar. Birahi yang suci itu diberi untuk meme-lihara persekutuan suci antara pria dan wanita. Kepada manusia, Tuhan memberikan potensi yang luar biasa dalam kesadaran diri sebagai seorang pria dan wanita sehingga punya rasa suka yang membuat mereka bertemu dan mengikat diri. Itulah cikal bakal di mana manusia membangun keluarga. Dalam kehi-dupan keluarga, manusia mengem-ban mandat Tuhan supaya beranak cucu, menguasai bumi.
Oleh karena itu, keluarga adalah sebuah desain Allah. Keluarga bukan suatu kebetulan, bukan pula tragedi. Keluarga yang didisain Tuhan, antara pria dan wanita, harus saling mengisi dan meleng-kapi dalam perbedaan. Pasangan keluarga dijadikan Tuhan dari pria dan wanita, bukan pria de-ngan pria, atau wanita dengan wanita. Keluarga diciptakan untuk tumbuh, berkembang dan berkuasa atas bumi langit dan segala isinya. Keluarga yang bertumbuh dan berkembang itu akan menjadi masyarakat. Maka keluarga harus memuliakan Allah.
Tuhan menjadikan keluarga supaya manusia menyatu dalam keperbedaaan. Dan justru keperbedaan yang mampu membuat mereka mampu mende-monstrasikan kemampuan saling mengasihi. Keluarga menjadi satu wadah cinta kasih yang sangat luar biasa. Keluarga menjadi suatu bangunan yang sangat damai, dan model betapa indahnya hubungan antarmanusia. Keluarga yang menjadi cikal bakal dari sebuah masyarakat yang sehat: saling mengasihi, menyatu dan mampu mengekspresikan kasih Tuhan.
Karena itu, kalau masyarakat “sakit”, tidak bisa mencerminkan nilai yang seharusnya, itu pertanda bahwa keluarga-keluarga sudah kehilangan jatidiri, kehilangan peran yang mestinya mereka mainkan dalam hidup ini. Karena kalau keluarga baik, maka akan terbentuk masyarakat yang baik dan utuh. Jadi, keluarga adalah titik sentral pengharapan untuk masa depan. Keluarga titik sentral pembangunan keutuhan kebangsaan. Mem-bentuk keluarga bukan untuk sekadar memuaskan hawa nafsu seksual, atau untuk mendapatkan jaminan ekonomi. Membentuk keluarga bukan tradisi, budaya atau trend. Keluarga adalah sebuah struktur untuk memuliakan Allah.
Keluarga Kristen
Setiap orang Kristen harus menyadari dan menyikapi dengan serius bahwa keluarga adalah sebuah proyek besar yang tidak boleh gagal seumur hidup. Karena itu, proses pembentukan sebuah keluarga mesti diperhitungkan dengan matang, dikalkulasi sebaik-baiknya. Kalau kekecewaan datang, semua sudah terlambat. Memang ada “risiko” ketika sebuah keluarga dijadikan oleh Tuhan. Dikatakan, seorang pria dan seorang wanita akan meninggalkan keluarga mereka untuk dipersatukan, bukan dipersamakan. Pria dan wanita dipersatukan, sehingga dua yang berbeda tadi menjadi satu.
Keluarga disebut juga sebagai representasi persekutuan kasih, bagaimana hidup saling mengisi dan melengkapi. Keluarga harus mampu melukiskan dan menggambarkan bagaimana Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus hidup dalam ke-satuan dan kasih yang luar bia-sa, sehingga suami istri dan anak-anak mampu mengisi satu nuansa persekutuan yang bisa menimbulkan satu kekuatan luar biasa yang mampu mengatasi masalah apa pun, karena cinta kasih yang menyala.
Apakah keluarga kita sudah menjadi saksi? Sudahkah kita saling mengisi, bukan saling menjatuhkan? Kalau keluarga tidak menyadari tanggung jawab, lalai dalam pem-binaan anak-anak, maka keluarga telah menyiapkan bom waktu. Suami gelisah pada istri, istri mencurigai suami, atau orang tua kehabisan akal menghadapi tingkah anak-anak, begitu pula anak-anak merasa tidak mendapat perhatian dan perlindungan dari orang tua. Seribu satu kasus bisa ada dalam keluarga, tetapi satu kalimat yang perlu kita pegang: Apa pun masalah, jadilah pemenang untuk membawa keluarga sebagai persembahan bagi kehidupan masyarakat.
Apa pun masalah dalam keluarga, bergaullah dengan Tuhan supaya kita beres dari persoalan, dan ber-saksi kepada dunia. Dan kesaksian demi kesaksian itu bisa membawa orang pada kesadaran nilai yang hakiki dari kekristenan. Bukankah orang harus mengatakan kalau konsep keluarga Kristen itu luar biasa? Satu kali menikah tidak boleh cerai kecuali diceraikan kematian, karena mereka telah menjadi satu daging. Dan itu sangat luar biasa. Karena itu, paham ini perlu ditumbuhkembangkan sebagai satu aspek dari penginjilan itu sendiri. Jika ada yang bercerai, biarlah itu menjadi tanggung jawab masing-masing kepada Tuhan.
Karena itu, suami, istri dan anak-anak harus memainkan peran supaya keluarga mampu menye-lesaikan berbagai hal, membangun sebuah nilai luar biasa, memberi sumbangsih bagi masyarakat, gereja atau pun negara
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
Seberapa penting doa bagi kehidupan kita? . Kita memanjatkan doa dalam nama Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita, dan kita tahu bahwa ada kuasa yang demikian besar dibalik sebuah doa yang paling sederhana sekalipun, selama doa itu dipanjatkan benar-benar dari hati yang tulus dan iman yang sungguh-sungguh. Kita tahu itu benar, tetapi sejauh mana aplikasinya dalam hidup kita saat ini? Seberapa besar kita mementingkan doa dalam kehidupan kita? Ada banyak orang yang menomor duakan waktu untuk berdoa. Mereka hanya melakukannya disaat tidak terlalu sibuk atau kapan sempat saja. Bekerja itu penting, mengurus keluarga, bersosialisasi dan sebagainya itu penting. Tetapi doa merupakan sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh dinomorduakan apalagi diabaikan sama sekali. Doa merupakan salah satu sarana komunikasi kita dengan Tuhan yang seharusnya menempati posisi di urutan teratas. Disaat kita sibuk kita harus berhati-hati agar tidak tergoda untuk berkompromi mengurangi jam-jam khusus untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. Orang bisa terjebak untuk lebih mementingkan menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu ketimbang terus memberikan waktu khusus untuk mendengar suara Tuhan.
Kesibukan kita bisa dimanfaatkan iblis untuk melemahkan dan membujuk kita agar semakin jauh dari Tuhan. Berbagai kekhawatiran kita terhadap kebutuhan-kebutuhan duniawi akan selalu menjadi celah yang bisa dipakai iblis untuk berpesta. Segala kekhawatiran dan ketakutan kita pun akan merupakan pintu yang bisa dimanfaatkan iblis jika kita tidak terbiasa menyerahkan segalanya ke dalam tangan Tuhan lewat doa-doa kita. Tuhan Yesus sendiri mengalami itu ketika Dia berpuasa 40 hari dan 40 malam dalam pencobaan di padang gurun. Setelah berpuasa selama itu, Yesus pun mulai merasa lapar. Di saat seperti itu, iblis pun mulai melancarkan serangan untuk mencobai dengan menawarkan segala hal yang mungkin bisa memuaskan kebutuhan-kebutuhan dari sisi manusiawi. "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Matius 4:8-9). Tapi Yesus tidak tergoda dengan itu semua dan dengan tegas berseru: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 10).
Dari kejadian ini kita bisa belajar untuk melihat jangan sampai segala kemewahan dan apa yang ditawarkan oleh dunia membuat kita buta secara rohani dan berhenti memikirkan perkara-perkara yang kekal, dimana tidak ada ngengat dan karat atau pencuri yang bisa merusaknya. (Matius 6:19-20). Jangan sampai kita menomorsatukan kebutuhan duniawi dan kemudian menomorduakan, mengabaikan atau bahkan meniadakan kebutuhan rohani kita. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa iblis akan selalu berusaha memperdaya kita, tetapi semua itu tidak akan berhasil jika kita tetap memfokuskan diri untuk terus menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh secara teratur. Memilih untuk menomorsatukan hal-hal lain selain Tuhan itu akan sama saja dengan menomorduakan Allah, dan itu bisa membawa kita ke dalam kebinasaan. "Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa" (Ulangan 8:19).
Ada kuasa yang besar di balik doa. Lihatlah dalam Kisah Para Rasul 16 bagaimana hebatnya kuasa doa dan puji-pujian dalam melepaskan Paulus dan Silas dari situasi sulit. Yakobus berkata: "Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa!" (Yakobus 5:13a). Doa akan berperan sangat besar untuk membawa pertolongan Tuhan turun atas diri kita, mengatasi hal yang paling tidak mungkin sekalipun. "Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (ay 15-16). Lebih lanjut ia pun mengingatkan "Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa." (4:2). Doa punya kekuatan yang sangat besar jauh melebihi apa yang kita kira, tetapi ingatlah agar jangan menjadikan doa hanya sebagai sarana untuk meminta saja. Bukan hanya dalam keadaan sulit, tetapi dalam keadaan baik pun hendaknya kita terus berdoa. Doa merupakan sarana kita berkomunikasi dengan Tuhan, dan komunikasi itu seharusnya terbangun dua arah secara interaktif. Artinya, kita pun harus mempergunakan itu untuk mendengar apa kata Tuhan bagi kita dan mengucap syukur, bukan hanya memakainya untuk terus meminta dan berkeluh kesah tanpa mau memberi kesempatan bagi Tuhan untuk menyampaikan sesuatu kepada kita. Dalam surat 1 Tesalonika kita bisa mendapatkan seruan ini: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18). Dan alangkah indahnya jika ucapan-ucapan syukur kita sampaikan secara langsung kepada Tuhan lewat doa-doa kita. Betapa pentingnya doa, dan secara padat, singkat, tegas dan jelas dikatakan: "Tetaplah berdoa." (ay 17). Be unceasing in prayer, berdoalah tanpa putus-putusnya.
Dalam Mazmur kita bisa membaca seruan yang sangat penting: "Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!" (Mazmur 95:7). Mari kita selalu ingat untuk sujud menyembahNya, berlutut di hadapanNya dan memuliakanNya. Hendaklah doa selalu mengisi hari-hari kita. Jangan abaikan saat-saat dimana kita bisa bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. MendengarkanNya, mengucap syukur kepadaNya, bercerita tentang hari-hari kita dan meminta penyertaanNya dalam segala yang sedang kita hadapi. Ada kuasa yang sangat besar di balik sebuah doa, bahkan yang paling sederhana sekalipun, selama itu disampaikan dengan hati yang tulus dan lewat iman. Apapun kondisinya, sesibuk apapun anda hari ini, TETAPLAH BERDOA
Kesibukan kita bisa dimanfaatkan iblis untuk melemahkan dan membujuk kita agar semakin jauh dari Tuhan. Berbagai kekhawatiran kita terhadap kebutuhan-kebutuhan duniawi akan selalu menjadi celah yang bisa dipakai iblis untuk berpesta. Segala kekhawatiran dan ketakutan kita pun akan merupakan pintu yang bisa dimanfaatkan iblis jika kita tidak terbiasa menyerahkan segalanya ke dalam tangan Tuhan lewat doa-doa kita. Tuhan Yesus sendiri mengalami itu ketika Dia berpuasa 40 hari dan 40 malam dalam pencobaan di padang gurun. Setelah berpuasa selama itu, Yesus pun mulai merasa lapar. Di saat seperti itu, iblis pun mulai melancarkan serangan untuk mencobai dengan menawarkan segala hal yang mungkin bisa memuaskan kebutuhan-kebutuhan dari sisi manusiawi. "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Matius 4:8-9). Tapi Yesus tidak tergoda dengan itu semua dan dengan tegas berseru: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 10).
Dari kejadian ini kita bisa belajar untuk melihat jangan sampai segala kemewahan dan apa yang ditawarkan oleh dunia membuat kita buta secara rohani dan berhenti memikirkan perkara-perkara yang kekal, dimana tidak ada ngengat dan karat atau pencuri yang bisa merusaknya. (Matius 6:19-20). Jangan sampai kita menomorsatukan kebutuhan duniawi dan kemudian menomorduakan, mengabaikan atau bahkan meniadakan kebutuhan rohani kita. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa iblis akan selalu berusaha memperdaya kita, tetapi semua itu tidak akan berhasil jika kita tetap memfokuskan diri untuk terus menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh secara teratur. Memilih untuk menomorsatukan hal-hal lain selain Tuhan itu akan sama saja dengan menomorduakan Allah, dan itu bisa membawa kita ke dalam kebinasaan. "Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa" (Ulangan 8:19).
Ada kuasa yang besar di balik doa. Lihatlah dalam Kisah Para Rasul 16 bagaimana hebatnya kuasa doa dan puji-pujian dalam melepaskan Paulus dan Silas dari situasi sulit. Yakobus berkata: "Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa!" (Yakobus 5:13a). Doa akan berperan sangat besar untuk membawa pertolongan Tuhan turun atas diri kita, mengatasi hal yang paling tidak mungkin sekalipun. "Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (ay 15-16). Lebih lanjut ia pun mengingatkan "Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa." (4:2). Doa punya kekuatan yang sangat besar jauh melebihi apa yang kita kira, tetapi ingatlah agar jangan menjadikan doa hanya sebagai sarana untuk meminta saja. Bukan hanya dalam keadaan sulit, tetapi dalam keadaan baik pun hendaknya kita terus berdoa. Doa merupakan sarana kita berkomunikasi dengan Tuhan, dan komunikasi itu seharusnya terbangun dua arah secara interaktif. Artinya, kita pun harus mempergunakan itu untuk mendengar apa kata Tuhan bagi kita dan mengucap syukur, bukan hanya memakainya untuk terus meminta dan berkeluh kesah tanpa mau memberi kesempatan bagi Tuhan untuk menyampaikan sesuatu kepada kita. Dalam surat 1 Tesalonika kita bisa mendapatkan seruan ini: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18). Dan alangkah indahnya jika ucapan-ucapan syukur kita sampaikan secara langsung kepada Tuhan lewat doa-doa kita. Betapa pentingnya doa, dan secara padat, singkat, tegas dan jelas dikatakan: "Tetaplah berdoa." (ay 17). Be unceasing in prayer, berdoalah tanpa putus-putusnya.
Dalam Mazmur kita bisa membaca seruan yang sangat penting: "Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!" (Mazmur 95:7). Mari kita selalu ingat untuk sujud menyembahNya, berlutut di hadapanNya dan memuliakanNya. Hendaklah doa selalu mengisi hari-hari kita. Jangan abaikan saat-saat dimana kita bisa bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. MendengarkanNya, mengucap syukur kepadaNya, bercerita tentang hari-hari kita dan meminta penyertaanNya dalam segala yang sedang kita hadapi. Ada kuasa yang sangat besar di balik sebuah doa, bahkan yang paling sederhana sekalipun, selama itu disampaikan dengan hati yang tulus dan lewat iman. Apapun kondisinya, sesibuk apapun anda hari ini, TETAPLAH BERDOA
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."
Mencari sahabat itu susah-susah gampang. Bagi sebagian orang yang beruntung, mereka bisa memiliki banyak sahabat yang tidak saja hadir di kala senang, tetapi juga ada di waktu susah. Sebagian orang lagi masih kesulitan untuk bisa mendapatkan teman berbagi sebagai sahabat yang sejati. Ada yang memang kesulitan untuk membuka diri dan bergaul, tetapi ada pula yang masih tetap kesulitan meskipun mereka sudah membuka pintu persahabatan dengan orang lain. Semakin hari manusia semakin bersikap individualis. Manusia cenderung semakin tidak peduli terhadap sesamanya dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan hari-hari ini kita melihat begitu banyak orang yang merasa kesepian, merasa sendirian dalam memikul beratnya beban kehidupan. Kesunyian begitu mencekam, sedih rasanya ketika mendapati bahwa tidak ada lagi siapapun yang peduli terhadap penderitaan mereka. Tapi benarkah kita harus sendirian menghadapi semua itu? Alkitab berkata tidak. Hanya sahabat sejatilah yang mau tetap berada bersama kita di saat kesusahan, dan betapa indahnya ketika mengetahui bahwa Yesus sudah menyatakan DiriNya sendiri sebagai seorang sahabat yang sejati.
. Manusia yang tidak sempurna kadang kala bisa mengecewakan kita, tetapi Tuhan yang begitu besar kasihNya, bahkan telah menebus kita semua agar bisa selamat masuk ke dalam KerajaanNya kelak menegaskan bahwa Dia rindu untuk menjadi sahabat kita. Seorang sahabat berbeda dengan teman yang bisa datang dan pergi kapan saja. Seorang sahabat yang sejati akan selalu berusaha hadir bersama kita menjadi pendengar yang baik, menghibur, menguatkan dan memberi bantuan di kala kita butuhkan. Dan bentuk persahabatan seperti itulah yang diulurkan Tuhan kepada kita. Jika anda menyadari hal ini maka anda tidak perlu takut untuk mati dalam kesunyian. Yesus adalah Sahabat yang sejati yang selalu bersama kita hingga akhir masa.
Tuhan sendiri melalui Kristus telah membuka diri untuk menjadikan kita sahabat-sahabatNya. Dengan segala keistimewaan yang bisa kita dapatkan dari seorang sahabat di dunia, kita bisa mendapatkan jauh lebih dari itu lewat sosok Allah yang tak terukur dan tak terbatas kasih setiaNya. Yesus sendiri sudah mengatakan hal itu. "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14). Kita mendapat kehormatan sebagai sahabatNya apabila kita menuruti dan melakukan perintahNya. Apa yang diperintahkan Yesus sebenarnya tidaklah banyak, dan itu bisa kita baca dalam ayat sebelumnya. "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (ay 12). Jika kita melakukan apa yang Dia perintahkan kepada kita, maka kita memperoleh kehormatan yang teramat sangat istimewa yaitu menjadi sahabat Yesus. Jika membangun persahabatan dengan sesama manusia saja sudah begitu luar biasa, apalagi jika persahabatan itu terjalin antara kita dengan Yesus, Tuhan yang tidak terbatas kuasaNya melebihi segala sesuatu di jagad raya ini. Lihat apa kata Yesus berikut: "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (ay 15). Lihatlah betapa besar nilai persahabatan bagi Yesus. Dia siap untuk memberitahukan segala rahasia Kerajaan Allah, menyampaikan isi hati Tuhan kepada kita yang telah Dia anggap sebagai sahabatNya. Jika dalam Amsal kita membaca "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Amsal 17:17), Yesus pun menyediakan seluruh waktuNya untuk itu, bahkan jauh lebih besar lagi, karena dalam Injil kita bisa melihat sendiri seperti apa tingginya nilai seorang sahabat di mata Kristus sendiri. "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13). Yesus sudah melakukan itu terlebih dahulu. Dia rela turun ke dunia mengambil rupa sebagai hamba, memikul salib-salib yang seharusnya kita pikul, dan naik di paku di atasnya menggantikan kita semua yang seharusnya berada di sana.
Kembali kepada kesediaan Yesus untuk membuka dan memberitahukan segala isi hati Bapa kepada kita menunjukkan bahwa Dia sendiri menganggap tidak ada rahasia di antara sahabat. Kita akan dengan nyaman membuka segala rahasia kita kepada orang yang sudah kita anggap sebagai sahabat kita, dan begitu pula dengan Tuhan. Firman Tuhan berkata "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:14). Takut akan Tuhan juga berarti bersikap hormat kepada Tuhan dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya. Menjadi sahabat Tuhan akan membuat kita mendapat penyingkapan berbagai rahasia surgawi, mengetahui isi hati Tuhan dan mendengar apa yang menjadi rencana-rencanaNya. Apabila kita mengasihi Tuhan selayaknya seorang sahabat, menjaga untuk tidak menyakiti atau mengecewakan perasaan Tuhan, tetap dekat dan melakukan segala perintahNya dengan taat, maka Tuhan akan meletakkan kita di deretan sahabat-sahabatNya yang terdekat. Tuhan sudah mengulurkan tangan untuk menjalin persahabatan dengan kita. Apakah kita mau menyambut uluran tanganNya atau memilih untuk menepis tawaran yang sedemikian istimewa ini? Jika ada di antara teman-teman yang hari ini merasa kesepian dalam kesunyian, jangan lupa bahwa anda sesungguhnya memiliki Yesus sebagai Sahabat sejati.
Mencari sahabat itu susah-susah gampang. Bagi sebagian orang yang beruntung, mereka bisa memiliki banyak sahabat yang tidak saja hadir di kala senang, tetapi juga ada di waktu susah. Sebagian orang lagi masih kesulitan untuk bisa mendapatkan teman berbagi sebagai sahabat yang sejati. Ada yang memang kesulitan untuk membuka diri dan bergaul, tetapi ada pula yang masih tetap kesulitan meskipun mereka sudah membuka pintu persahabatan dengan orang lain. Semakin hari manusia semakin bersikap individualis. Manusia cenderung semakin tidak peduli terhadap sesamanya dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan hari-hari ini kita melihat begitu banyak orang yang merasa kesepian, merasa sendirian dalam memikul beratnya beban kehidupan. Kesunyian begitu mencekam, sedih rasanya ketika mendapati bahwa tidak ada lagi siapapun yang peduli terhadap penderitaan mereka. Tapi benarkah kita harus sendirian menghadapi semua itu? Alkitab berkata tidak. Hanya sahabat sejatilah yang mau tetap berada bersama kita di saat kesusahan, dan betapa indahnya ketika mengetahui bahwa Yesus sudah menyatakan DiriNya sendiri sebagai seorang sahabat yang sejati.
. Manusia yang tidak sempurna kadang kala bisa mengecewakan kita, tetapi Tuhan yang begitu besar kasihNya, bahkan telah menebus kita semua agar bisa selamat masuk ke dalam KerajaanNya kelak menegaskan bahwa Dia rindu untuk menjadi sahabat kita. Seorang sahabat berbeda dengan teman yang bisa datang dan pergi kapan saja. Seorang sahabat yang sejati akan selalu berusaha hadir bersama kita menjadi pendengar yang baik, menghibur, menguatkan dan memberi bantuan di kala kita butuhkan. Dan bentuk persahabatan seperti itulah yang diulurkan Tuhan kepada kita. Jika anda menyadari hal ini maka anda tidak perlu takut untuk mati dalam kesunyian. Yesus adalah Sahabat yang sejati yang selalu bersama kita hingga akhir masa.
Tuhan sendiri melalui Kristus telah membuka diri untuk menjadikan kita sahabat-sahabatNya. Dengan segala keistimewaan yang bisa kita dapatkan dari seorang sahabat di dunia, kita bisa mendapatkan jauh lebih dari itu lewat sosok Allah yang tak terukur dan tak terbatas kasih setiaNya. Yesus sendiri sudah mengatakan hal itu. "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14). Kita mendapat kehormatan sebagai sahabatNya apabila kita menuruti dan melakukan perintahNya. Apa yang diperintahkan Yesus sebenarnya tidaklah banyak, dan itu bisa kita baca dalam ayat sebelumnya. "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (ay 12). Jika kita melakukan apa yang Dia perintahkan kepada kita, maka kita memperoleh kehormatan yang teramat sangat istimewa yaitu menjadi sahabat Yesus. Jika membangun persahabatan dengan sesama manusia saja sudah begitu luar biasa, apalagi jika persahabatan itu terjalin antara kita dengan Yesus, Tuhan yang tidak terbatas kuasaNya melebihi segala sesuatu di jagad raya ini. Lihat apa kata Yesus berikut: "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (ay 15). Lihatlah betapa besar nilai persahabatan bagi Yesus. Dia siap untuk memberitahukan segala rahasia Kerajaan Allah, menyampaikan isi hati Tuhan kepada kita yang telah Dia anggap sebagai sahabatNya. Jika dalam Amsal kita membaca "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Amsal 17:17), Yesus pun menyediakan seluruh waktuNya untuk itu, bahkan jauh lebih besar lagi, karena dalam Injil kita bisa melihat sendiri seperti apa tingginya nilai seorang sahabat di mata Kristus sendiri. "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13). Yesus sudah melakukan itu terlebih dahulu. Dia rela turun ke dunia mengambil rupa sebagai hamba, memikul salib-salib yang seharusnya kita pikul, dan naik di paku di atasnya menggantikan kita semua yang seharusnya berada di sana.
Kembali kepada kesediaan Yesus untuk membuka dan memberitahukan segala isi hati Bapa kepada kita menunjukkan bahwa Dia sendiri menganggap tidak ada rahasia di antara sahabat. Kita akan dengan nyaman membuka segala rahasia kita kepada orang yang sudah kita anggap sebagai sahabat kita, dan begitu pula dengan Tuhan. Firman Tuhan berkata "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:14). Takut akan Tuhan juga berarti bersikap hormat kepada Tuhan dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya. Menjadi sahabat Tuhan akan membuat kita mendapat penyingkapan berbagai rahasia surgawi, mengetahui isi hati Tuhan dan mendengar apa yang menjadi rencana-rencanaNya. Apabila kita mengasihi Tuhan selayaknya seorang sahabat, menjaga untuk tidak menyakiti atau mengecewakan perasaan Tuhan, tetap dekat dan melakukan segala perintahNya dengan taat, maka Tuhan akan meletakkan kita di deretan sahabat-sahabatNya yang terdekat. Tuhan sudah mengulurkan tangan untuk menjalin persahabatan dengan kita. Apakah kita mau menyambut uluran tanganNya atau memilih untuk menepis tawaran yang sedemikian istimewa ini? Jika ada di antara teman-teman yang hari ini merasa kesepian dalam kesunyian, jangan lupa bahwa anda sesungguhnya memiliki Yesus sebagai Sahabat sejati.
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 77 / UNJUL 2011 / P.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Akulah gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. // Yoh 10:11.
~> Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku ->> sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. // Yoh 10:14,15.
Artinya:
Tuhan Yesus adalah Gembala Agung; sedangkan orang-orang yang percaya adalah domba-domba-Nya.
GEMBALA = PEMIMPIN.
PEMIMPIN = PELAYAN.
** Seorang pemimpin yang baik, tidak akan memimpin dengan arogan dan diktator, melainkan harus mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang yang dipimpinnya, supaya dapat melayani mereka. Sama seperti Tuhan Yesus yang datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, melainkan melayani.
~> Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemenrintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. // Mat 20:25.
~> Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, ->> dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; ->> sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” // Mat 20:26-28.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Akulah gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. // Yoh 10:11.
~> Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku ->> sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. // Yoh 10:14,15.
Artinya:
Tuhan Yesus adalah Gembala Agung; sedangkan orang-orang yang percaya adalah domba-domba-Nya.
GEMBALA = PEMIMPIN.
PEMIMPIN = PELAYAN.
** Seorang pemimpin yang baik, tidak akan memimpin dengan arogan dan diktator, melainkan harus mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang yang dipimpinnya, supaya dapat melayani mereka. Sama seperti Tuhan Yesus yang datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, melainkan melayani.
~> Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemenrintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. // Mat 20:25.
~> Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, ->> dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; ->> sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” // Mat 20:26-28.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 76 / INJIL 2011 / P.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah FARISI dan yang lain PEMUNGUT CUKAI. // Luk 18:10.
~> ORANG FARISI itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. // Luk 18:11,12.
~> Tetapi PEMUNGUT CUKAI itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. // Luk 18:13.
~> Aku berkata kepadamu: Orang ini (PEMUNGUT CUKAI) pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu (ORANG FARISI) tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” // Luk 18:14.
Artinya:
ORANG FARISI = ORANG PERCAYA.
PEMUNGUT CUKAI = ORANG BERDOSA.
Jangan suka membenarkan diri sendiri, sebab semua orang telah berdosa (Rom 3:23), dan siapakah diantara kita yang tidak berdosa ??? (1Yoh 1:8); bahkan Rasul Paulus juga berkata bahwa dirinya adalah orang yang paling berdosa (1Tim 1:15).
Yang terutama dari ayat ini adalah:
1 ) Memiliki kerendahan hati sebagai seorang hamba.
2 ) Mau koreksi diri.
** Tuhan Yesus juga pernah menegur para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah (Yoh 8:3-5).
~> Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” // Yoh 8:7.
~ Orang yang sombong, walaupun beribadah tidak akan mendapatkan berkat; tetapi orang yang rendah hati, yaitu: Orang yang berani mengakui dosanya, lalu menyesali perbuatannya dan bertobat, akan mendapatkan berkat Tuhan yang luar biasa ~
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah FARISI dan yang lain PEMUNGUT CUKAI. // Luk 18:10.
~> ORANG FARISI itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. // Luk 18:11,12.
~> Tetapi PEMUNGUT CUKAI itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. // Luk 18:13.
~> Aku berkata kepadamu: Orang ini (PEMUNGUT CUKAI) pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu (ORANG FARISI) tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” // Luk 18:14.
Artinya:
ORANG FARISI = ORANG PERCAYA.
PEMUNGUT CUKAI = ORANG BERDOSA.
Jangan suka membenarkan diri sendiri, sebab semua orang telah berdosa (Rom 3:23), dan siapakah diantara kita yang tidak berdosa ??? (1Yoh 1:8); bahkan Rasul Paulus juga berkata bahwa dirinya adalah orang yang paling berdosa (1Tim 1:15).
Yang terutama dari ayat ini adalah:
1 ) Memiliki kerendahan hati sebagai seorang hamba.
2 ) Mau koreksi diri.
** Tuhan Yesus juga pernah menegur para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah (Yoh 8:3-5).
~> Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” // Yoh 8:7.
~ Orang yang sombong, walaupun beribadah tidak akan mendapatkan berkat; tetapi orang yang rendah hati, yaitu: Orang yang berani mengakui dosanya, lalu menyesali perbuatannya dan bertobat, akan mendapatkan berkat Tuhan yang luar biasa ~
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 75 / INJIL 2011 / P.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah pulang dari ladang: Mari segera makan ! ->> Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. // Luk 17:7,8.
~> Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya ? ->> Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: KAMI ADALAH HAMBA-HAMBA YANG TIDAK BERGUNA; KAMI HANYA MELAKUKAN APA YANG KAMI HARUS LAKUKAN.” // Luk 17:9,10.
Artinya:
Sekalipun Tuhan memakai kita dengan sangat luar biasa, kita harus tetap rendah hati dan sadar, bahwa kita hanyalah hamba yang tidak berguna.! Sebab sesungguhnya hanya oleh karena Tuhan Yesus, kita menjadi mampu mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita.
** Sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus memiliki hati seorang hamba yang tulus ikhlas dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepada setiap kita dan juga harus selalu menjaga hati dari segala yang jahat, sebab Tuhan mengetahui hati setiap kita.
~> Lalu Ia berkata kepada mereka : “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. // Luk 16:15.
~> Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. // Ibr 10:22.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah pulang dari ladang: Mari segera makan ! ->> Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. // Luk 17:7,8.
~> Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya ? ->> Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: KAMI ADALAH HAMBA-HAMBA YANG TIDAK BERGUNA; KAMI HANYA MELAKUKAN APA YANG KAMI HARUS LAKUKAN.” // Luk 17:9,10.
Artinya:
Sekalipun Tuhan memakai kita dengan sangat luar biasa, kita harus tetap rendah hati dan sadar, bahwa kita hanyalah hamba yang tidak berguna.! Sebab sesungguhnya hanya oleh karena Tuhan Yesus, kita menjadi mampu mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita.
** Sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus memiliki hati seorang hamba yang tulus ikhlas dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepada setiap kita dan juga harus selalu menjaga hati dari segala yang jahat, sebab Tuhan mengetahui hati setiap kita.
~> Lalu Ia berkata kepada mereka : “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. // Luk 16:15.
~> Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. // Ibr 10:22.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."
Seberapa penting faktor keberuntungan dalam hidup kita? Dalam banyak hal, faktor keberuntungan memang bisa membawa perbedaan nyata. Keberuntungan itu datang pada saat yang tidak disangka-sangka dan tidak terduga. Tidak terprediksi dan tidak direcanakan. Menang undian, door prize, lucky draw, misalnya, itu kita sebut dengan keberuntungan. Bisa masuk ke perguruan tinggi padahal waktu ujian rasanya kurang yakin, itu kita sebut juga dengan keberuntungan. Seorang teman bahkan pernah berkata bahwa mendapatkan pasangan yang cantik itu sebagai sebuah keberuntungan, karena ia merasa dirinya seharusnya tidak mungkin bisa mendapatkan jodoh yang cantik seperti itu. Seorang striker bisa menjebol gawang setelah melewati beberapa pemain bertahan dari tengah lapangan dalam pertandingan sepak bola. Orang capai-capai menabung untuk membeli sesuatu, tahu-tahu kita bisa memperolehnya lebih dahulu. Itu pun kita sebut keberuntungan. The luck factor atau faktor keberuntungan setiap orang pun seringkali kita anggap berbeda-beda. Ada yang selalu, ada yang sering, ada yang jarang malah ada yang merasa bahwa ia justru sebaliknya, sial melulu. Orang biasa menganggap bahwa keberuntungan itu adalah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi ternyata Alkitab mengatakan bahwa keberuntungan pun datangnya dari Tuhan. Bagi kita sebuah keberuntungan bisa jadi mengejutkan, tapi itu tetap saja tidak akan pernah terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan.
Ketika Yosua menerima tugas maha berat sepeninggal Musa, ia sempat ragu dan gentar. Siapa yang tidak? Menuntun bangsa yang tegar tengkuk, pakar bersungut-sungut dan bandelnya minta ampun seperti Israel bakal sama rasanya dengan bunuh diri. Bayangkan seandainya anda ada di pihak Yosua, tidakkah anda pun merasakan hal yang sama? Tapi Tuhan dengan pasti memilih Yosua. Yosua sudah melalui proses pelatihan yang begitu panjang sejak menjadi abdi Musa di masa mudanya. Ia terus ada bersama Musa dan belajar mengenai kepemimpinan, dan tentunya merasakan langsung bagaimana penyertaan Tuhan terus menerus hadir dalam perjalanan panjang tersebut. Bahkan pada suatu kali ia pun turut serta ketika Musa berhadapan langsung dengan Tuhan, muka dengan muka di dalam kemah. "Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." (Keluaran 33:11). Itu tentu saja bukan sebuah kebetulan, karena Yosua memang sudah dipersiapkan sejak awal oleh Tuhan. Tetapi tetap saja, ketika waktu bagi Yosua untuk memimpin tiba, ia merasa ragu dengan kesanggupannya. Dan Tuhan pun memberi nasihat kepadanya seperti yang bisa kita baca pada awal kitab Yosua, pada pasal 1. Dan disinilah kita kemudian menemukan kata "beruntung" yang ternyata punya kunci untuk kita peroleh. Perhatikan kedua ayat berikut:
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi." (ay 7)
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (ay
Dua kunci diberikan Tuhan agar kita bisa beroleh keberuntungan, itu tertulis jelas pada kedua ayat tersebut. Kunci atau petunjuk itu adalah:
1. Kita harus menguatkan dan meneguhkan hati.
2. Merenungkan, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan
Kedua kunci inilah yang akan mampu membawa keberuntungan dalam hidup kita. Bahkan dalam ayat 8 kita bisa melihat bahwa tidak saja keberuntungan, tetapi keberhasilan pun menjadi bagian kita apabila kita melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan.
Ada perbedaan nyata antara sebuah keberuntungan dan keberhasilan. Keberhasilan adalah sebuah proses, sesuatu yang bisa kita raih dengan kerja keras, ketekunan dan perjuangan. Sebagai sebuah proses, keberhasilan itu butuh waktu, yang terkadang bisa sangat panjang. Keberhasilan bukanlah sebuah rejeki nomplok yang bisa kita raih dalam sehari saja. Sedang keberuntungan seperti yang saya sebut diatas adalah sesuatu yang datang tidak terduga. Lewat Firman Tuhan hari ini kita pun sadar bahwa keberuntungan bukanlah kebetulan semata, tetapi merupakan hasil dari campur tangan Tuhan setelah kita melakukan perintahNya.
Kata kuatkan dan teguhkan hatimu diulang hingga dua kali mulai dari ayat ke 6 dengan penekanan yang lebih dalam ayat ke 7. Ini menunjukkan betapa pentingnya hal ini untuk kita perhatikan dalam menjalani kehidupan kita. Betapa seringnya kegagalan justru berasal dari permasalahan internal dalam diri kita. Kita terlalu cepat putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah. Tuhan tahu itu. Itulah sebabnya Tuhan menganggap penting untuk mengulang pesan ini hingga dua kali. Kemudian kita pun diingatkan agar tidak mengabaikan Firman Tuhan, tetapi haruslah membaca, merenungkan dan mengaplikasikannya. "Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum.." kata Tuhan. Itu menyatakan keharusan agar kita tetap melangkah bersama Firman Tuhan. Dalam keadaan apapun, kita wajib berpegang erat pada Firman Tuhan. Yesus juga mengingatkan hal tersebut. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7).
Bayangkan sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh keberhasilan dan keberuntungan. Bukankah itu akan sangat membantu kita? Bukan salah satu, tetapi keduanya bisa kita peroleh lewat kunci yang telah diberikan Tuhan langsung. Taatlah, lakukanlah sesuai Firman Tuhan, dan tetap kuatkan serta teguhkan hati. Itu akan membawa hidup kita masuk ke dalam sebuah hidup dimana keberhasilan dan keberuntungan bukan lagi sesuatu yang langka untuk kita nikmati.
Keberhasilan dan keberuntungan bisa menjadi milik kita jika tahu kuncinya
Seberapa penting faktor keberuntungan dalam hidup kita? Dalam banyak hal, faktor keberuntungan memang bisa membawa perbedaan nyata. Keberuntungan itu datang pada saat yang tidak disangka-sangka dan tidak terduga. Tidak terprediksi dan tidak direcanakan. Menang undian, door prize, lucky draw, misalnya, itu kita sebut dengan keberuntungan. Bisa masuk ke perguruan tinggi padahal waktu ujian rasanya kurang yakin, itu kita sebut juga dengan keberuntungan. Seorang teman bahkan pernah berkata bahwa mendapatkan pasangan yang cantik itu sebagai sebuah keberuntungan, karena ia merasa dirinya seharusnya tidak mungkin bisa mendapatkan jodoh yang cantik seperti itu. Seorang striker bisa menjebol gawang setelah melewati beberapa pemain bertahan dari tengah lapangan dalam pertandingan sepak bola. Orang capai-capai menabung untuk membeli sesuatu, tahu-tahu kita bisa memperolehnya lebih dahulu. Itu pun kita sebut keberuntungan. The luck factor atau faktor keberuntungan setiap orang pun seringkali kita anggap berbeda-beda. Ada yang selalu, ada yang sering, ada yang jarang malah ada yang merasa bahwa ia justru sebaliknya, sial melulu. Orang biasa menganggap bahwa keberuntungan itu adalah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi ternyata Alkitab mengatakan bahwa keberuntungan pun datangnya dari Tuhan. Bagi kita sebuah keberuntungan bisa jadi mengejutkan, tapi itu tetap saja tidak akan pernah terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan.
Ketika Yosua menerima tugas maha berat sepeninggal Musa, ia sempat ragu dan gentar. Siapa yang tidak? Menuntun bangsa yang tegar tengkuk, pakar bersungut-sungut dan bandelnya minta ampun seperti Israel bakal sama rasanya dengan bunuh diri. Bayangkan seandainya anda ada di pihak Yosua, tidakkah anda pun merasakan hal yang sama? Tapi Tuhan dengan pasti memilih Yosua. Yosua sudah melalui proses pelatihan yang begitu panjang sejak menjadi abdi Musa di masa mudanya. Ia terus ada bersama Musa dan belajar mengenai kepemimpinan, dan tentunya merasakan langsung bagaimana penyertaan Tuhan terus menerus hadir dalam perjalanan panjang tersebut. Bahkan pada suatu kali ia pun turut serta ketika Musa berhadapan langsung dengan Tuhan, muka dengan muka di dalam kemah. "Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." (Keluaran 33:11). Itu tentu saja bukan sebuah kebetulan, karena Yosua memang sudah dipersiapkan sejak awal oleh Tuhan. Tetapi tetap saja, ketika waktu bagi Yosua untuk memimpin tiba, ia merasa ragu dengan kesanggupannya. Dan Tuhan pun memberi nasihat kepadanya seperti yang bisa kita baca pada awal kitab Yosua, pada pasal 1. Dan disinilah kita kemudian menemukan kata "beruntung" yang ternyata punya kunci untuk kita peroleh. Perhatikan kedua ayat berikut:
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi." (ay 7)
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (ay
Dua kunci diberikan Tuhan agar kita bisa beroleh keberuntungan, itu tertulis jelas pada kedua ayat tersebut. Kunci atau petunjuk itu adalah:
1. Kita harus menguatkan dan meneguhkan hati.
2. Merenungkan, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan
Kedua kunci inilah yang akan mampu membawa keberuntungan dalam hidup kita. Bahkan dalam ayat 8 kita bisa melihat bahwa tidak saja keberuntungan, tetapi keberhasilan pun menjadi bagian kita apabila kita melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan.
Ada perbedaan nyata antara sebuah keberuntungan dan keberhasilan. Keberhasilan adalah sebuah proses, sesuatu yang bisa kita raih dengan kerja keras, ketekunan dan perjuangan. Sebagai sebuah proses, keberhasilan itu butuh waktu, yang terkadang bisa sangat panjang. Keberhasilan bukanlah sebuah rejeki nomplok yang bisa kita raih dalam sehari saja. Sedang keberuntungan seperti yang saya sebut diatas adalah sesuatu yang datang tidak terduga. Lewat Firman Tuhan hari ini kita pun sadar bahwa keberuntungan bukanlah kebetulan semata, tetapi merupakan hasil dari campur tangan Tuhan setelah kita melakukan perintahNya.
Kata kuatkan dan teguhkan hatimu diulang hingga dua kali mulai dari ayat ke 6 dengan penekanan yang lebih dalam ayat ke 7. Ini menunjukkan betapa pentingnya hal ini untuk kita perhatikan dalam menjalani kehidupan kita. Betapa seringnya kegagalan justru berasal dari permasalahan internal dalam diri kita. Kita terlalu cepat putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah. Tuhan tahu itu. Itulah sebabnya Tuhan menganggap penting untuk mengulang pesan ini hingga dua kali. Kemudian kita pun diingatkan agar tidak mengabaikan Firman Tuhan, tetapi haruslah membaca, merenungkan dan mengaplikasikannya. "Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum.." kata Tuhan. Itu menyatakan keharusan agar kita tetap melangkah bersama Firman Tuhan. Dalam keadaan apapun, kita wajib berpegang erat pada Firman Tuhan. Yesus juga mengingatkan hal tersebut. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7).
Bayangkan sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh keberhasilan dan keberuntungan. Bukankah itu akan sangat membantu kita? Bukan salah satu, tetapi keduanya bisa kita peroleh lewat kunci yang telah diberikan Tuhan langsung. Taatlah, lakukanlah sesuai Firman Tuhan, dan tetap kuatkan serta teguhkan hati. Itu akan membawa hidup kita masuk ke dalam sebuah hidup dimana keberhasilan dan keberuntungan bukan lagi sesuatu yang langka untuk kita nikmati.
Keberhasilan dan keberuntungan bisa menjadi milik kita jika tahu kuncinya
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 74 / INJIL 2011 / 7.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 6.
B ) PENUTUP.
Setiap kita yang percaya adalah orang-orang yang telah dibenarkan bukan oleh karena perbuatan kita yang baik, melainkan oleh karena Kasih Anugerah-Nya yang dilimpahkan kepada setiap kita.
~> Tetapi Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi Kasih Karunia Allah dan Karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu YESUS KRISTUS. ->> Dan Kasih Karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. // Rom 5:15,16.
** Setelah kita dibenarkan oleh panggilan-Nya untuk dimerdekakan atas dosa, janganlah kita menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk hidup kembali di dalam dosa, tetapi kita harus melayani seorang dengan yang lainnya di DALAM KASIH KRISTUS.
~> Saudara-saudara memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh KASIH. // Gal 5:13.
Bagaimana hubungan kita dengan saudara-saudara seiman di dalam gereja kita masing-masing ??
Apakah kita masih masih menggunakan cara-cara dunia di dalam menjalin persahabatan (PERSAHABATAN BIASA).?? Atau telah menjalin persahabatan bersama saudara-saudara seiman kita dengan PERSAHABATAN DI DALAM PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.??
Jika persahabatan yang kita jalin itu selalu kita cocokan dengan Firman Tuhan, maka kita dapat menjalin persahabatan yang indah bersama saudara-saudara seiman kita dengan persahabatan di dalam Persekutuan Tubuh Kristus yang benar. Ini semua memang tidak mudah, dan penuh pembelajaran, sebab cara-cara rohani memang harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan pertolongan Roh Kudus, karena tanpa pertolongan Roh Kudus, pasti akan timbul banyak kepincangan di dalam persekutuan Tubuh Kristus ini.
Persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus yang benar akan menjadi BERKAT, karena sangat menguntungkan kehidupan rohani dan jasmani kita, sedangkan persahabatan di dalam Persekutuan Tubuh Kristus yang salah akan menjadi BEBAN bagi banyak orang. Oleh sebab itu pergunakan cara-cara yang sesuai dengan Firman Tuhan, agar kita dapat menjalin persahabatan di dalam Persekutuan Tubuh Kristus, sehingga setiap kita juga menjadi semakin mengerti akan kehendak Tuhan.
Kita perlu memeriksa persekutuan kita, apakah persekutuan kita sudah betul dan cocok dengan Firman Tuhan.?? Supaya persekutuan kita menjadi indah dan hidup, karena memang sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga kita semua juga akan semakin bertumbuh di dalam rencana Allah yang indah dan kekal.!! - AMIN.
Haleluya… Haleluya…..
S – E – L – E – S – A – I
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 6.
B ) PENUTUP.
Setiap kita yang percaya adalah orang-orang yang telah dibenarkan bukan oleh karena perbuatan kita yang baik, melainkan oleh karena Kasih Anugerah-Nya yang dilimpahkan kepada setiap kita.
~> Tetapi Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi Kasih Karunia Allah dan Karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu YESUS KRISTUS. ->> Dan Kasih Karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. // Rom 5:15,16.
** Setelah kita dibenarkan oleh panggilan-Nya untuk dimerdekakan atas dosa, janganlah kita menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk hidup kembali di dalam dosa, tetapi kita harus melayani seorang dengan yang lainnya di DALAM KASIH KRISTUS.
~> Saudara-saudara memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh KASIH. // Gal 5:13.
Bagaimana hubungan kita dengan saudara-saudara seiman di dalam gereja kita masing-masing ??
Apakah kita masih masih menggunakan cara-cara dunia di dalam menjalin persahabatan (PERSAHABATAN BIASA).?? Atau telah menjalin persahabatan bersama saudara-saudara seiman kita dengan PERSAHABATAN DI DALAM PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.??
Jika persahabatan yang kita jalin itu selalu kita cocokan dengan Firman Tuhan, maka kita dapat menjalin persahabatan yang indah bersama saudara-saudara seiman kita dengan persahabatan di dalam Persekutuan Tubuh Kristus yang benar. Ini semua memang tidak mudah, dan penuh pembelajaran, sebab cara-cara rohani memang harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan pertolongan Roh Kudus, karena tanpa pertolongan Roh Kudus, pasti akan timbul banyak kepincangan di dalam persekutuan Tubuh Kristus ini.
Persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus yang benar akan menjadi BERKAT, karena sangat menguntungkan kehidupan rohani dan jasmani kita, sedangkan persahabatan di dalam Persekutuan Tubuh Kristus yang salah akan menjadi BEBAN bagi banyak orang. Oleh sebab itu pergunakan cara-cara yang sesuai dengan Firman Tuhan, agar kita dapat menjalin persahabatan di dalam Persekutuan Tubuh Kristus, sehingga setiap kita juga menjadi semakin mengerti akan kehendak Tuhan.
Kita perlu memeriksa persekutuan kita, apakah persekutuan kita sudah betul dan cocok dengan Firman Tuhan.?? Supaya persekutuan kita menjadi indah dan hidup, karena memang sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga kita semua juga akan semakin bertumbuh di dalam rencana Allah yang indah dan kekal.!! - AMIN.
Haleluya… Haleluya…..
S – E – L – E – S – A – I
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 73 / INJIL 2011 / 7.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 5.
4 ) TIDAK DICAMPURI DENGAN DOSA.
Tuhan Yesus adalah kepala dari persekutuan ini. Jadi tidak mungkin Dia setuju dengan segala macam bentuk dosa.!
Sebab Allah itu TERANG, dan tidak ada gelap di dalam-Nya.
~> Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu : ALLAH ADALAH TERANG DAN DI DALAM DIA SAMA SEKALI TIDAK ADA KEGELAPAN. // 1Yoh :5.
** Kita memang masih dapat jatuh dalam dosa, sebab kita yang hidup sekarang ini masih berada di dalam kurungan tubuh maut (Rom 7:22-24), tetapi di dalam Persekutuan Tubuh Kristus yang benar, maka setiap kita harus selalu membuang segala dosa dan rencana dosa, dengan mengadakan perngakuan dosa, agar setiap kita disucikan kembali oleh darah Tuhan Yesus (1Yoh 1:9), supaya tetap berkenan di hadapan-Nya.
~> Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. ->> Tetapi jika hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. // iYoh 1:6,7.
** Walaupun dosa itu masih tersembunyi, karena masih belum dibuahi dengan perbuatan dan masih ada di dalam angan-angan, kita juga harus membuang secepatnya dan mengadakan pengakuan dosa di hadapan Tuhan, sebab Tuhan Mahatahu dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya.
~> Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. // Ibr 4:13.
5 ) PENUH SUKACITA.
Karena persukutuan ini bukan menurut kehendak manusia atau kehendak kita sendiri, melainkan karena menurut kehendak Kristus yang sama-sama kita kasihi, maka PERSEKUTUAN DI DALAM TUBUH KRISTUS ini menjadi indah dan penuh dengan sukacita, sebab kita tidak mencari kesukaan kita sendiri di dalam persekutuan ini, tetapi tiap-tiap kita selalu mencari kesukaan Kristus.
** Karena kita sama-sama mengasihi Kristus, maka kita yang berada di dalam persekutuan Tubuh Kristus ini juga dapat saling mengasihi di dalam Kasih dan Kuasa Kristus, yang bekerja di dalam diri setiap kita yang mengasihi-Nya, sehingga kita juga dapat bekerja sama untuk saling menghibur dan saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya.
~> Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. ->> Jikalau seorang berkata : “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. // 1Yoh 4:19,20.
----------------------------------------------------------------------------------
5 pokok yang tertulis diatas ini adalah ciri-ciri yang mendasar dari persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus yang indah dan penuh sukacita, serta Damai Sejahtera, sebab Kasih dan Kuasa Kristus ada di dalam diri setiap kita.
Haleluya…. Haleluya……
~> Dilanjutkan ke jilid 7.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 72 / INJIL 2011 / 7.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 4.
3 ) PUNYA TUJUAN ILAHI.
Setiap kita yang percaya adalah bagian dari Tubuh-Nya, sedangkan Kristus Yesus adalah Kepala yang akan memimpin dan mengikat setiap kita yang merupakan bagian anggota dari Tubuh-Nya, oleh sebab itu kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus, akan saling terikat satu dan yang lainnya (Rom 12:5; Ef 4:25).
** Sebagai bagian dari Tubuh Kristus, kita mempunyai hubungan secara pribadi dan langsung dengan Kristus yang adalah kepala dari kita, dan oleh Dia, kita disusun dan diikat dengan rapi di dalam pelayanan untuk melayani-Nya. Oleh sebab itu, walaupun kita berbeda gereja dan synode, namun kita tetap dapat bersekutu dengan penuh Kasih, karena kita sama-sama mengasihi Kristus dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu: UNTUK MENYENANGKAN HATI TUHAN dengan melakukan kehendak-Nya, sehingga kita dapat bersama-sama bertumbuh dan menjadi satu kesatuan di dalam Tubuh Kristus dengan sempurna.
~> Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, - yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. // Ef 4:16.
** Persahabatan yang dibentuk di dalam persekutuan Tubuh Kristus yang demikian itu sangat indah dan sangat menguntungkan bagi Kristus Yesus, Tuhan kita, sebab nama Tuhan akan semakin dipermuliakan oleh setiap kita.
Karena kita sudah tidak mencari keuntungannya sendiri secara pribadi, melainkan selalu mencari keuntungan saudara-saudara kita yang lainnya dengan saling melayani dan saing menolong dengan tulus tanpa pamrih seperti Kristus yang telah melayani kita juga tanpa pamrih.
~> Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. // Mat 10:8.
** Jika setiap kita yang percaya dapat menjalin persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus dengan benar (SESUAI KEHENDAK TUHAN DAN BUKAN MENURUT KEHENDAKNYA SENDIRI), maka sungguh luar biasa kekuatan kita, sebab Tuhan akan menyertai kita, sehingga kekuatan setiap kita juga akan semakin meningkat dan bertambah kuat (Yos 23:10).
~> Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang. // Im 26:8.
CATATAN.
Setiap kita yang percaya kepada Kristus Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita yang sekarang ini tidak lagi hidup di bawah Hukum Taurat, melainkan hidup di dalam Kasih Anugerah Allah. Oleh sebab itu kita tidak boleh mengartikan ayat yang diatas ini secara hurufiah seperti orang-orang Perjanjian Lama, yang masih hidup di bawah Hukum Taurat, tetapi kita adalah orang-orang Perjanjian Baru yang hidup di dalam Kasih Anugerah Allah yang tiada terbatas. Jadi kita harus mengartikan ayat yang diatas ini secara rohani, yaitu : Kita akan mengejar dan menewaskan semua musuh (KEINGINAN DAGING / HAWA NAFSU) dengan pedang [= PEDANG ROH, yaitu: FIRMAN TUHAN (Ibr 4:12,13)], sehingga banyak orang-orang yang berdosa akan terselamatkan oleh kita untuk memperoleh Kasih Anugerah Allah, yaitu : HIDUP KEKAL di dalam Kerajaan Sorga (Rom 3:23-26). AMIN.
Haleluya… Haleluya……
~> Dilanjutkan ke jilid 6.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 4.
3 ) PUNYA TUJUAN ILAHI.
Setiap kita yang percaya adalah bagian dari Tubuh-Nya, sedangkan Kristus Yesus adalah Kepala yang akan memimpin dan mengikat setiap kita yang merupakan bagian anggota dari Tubuh-Nya, oleh sebab itu kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus, akan saling terikat satu dan yang lainnya (Rom 12:5; Ef 4:25).
** Sebagai bagian dari Tubuh Kristus, kita mempunyai hubungan secara pribadi dan langsung dengan Kristus yang adalah kepala dari kita, dan oleh Dia, kita disusun dan diikat dengan rapi di dalam pelayanan untuk melayani-Nya. Oleh sebab itu, walaupun kita berbeda gereja dan synode, namun kita tetap dapat bersekutu dengan penuh Kasih, karena kita sama-sama mengasihi Kristus dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu: UNTUK MENYENANGKAN HATI TUHAN dengan melakukan kehendak-Nya, sehingga kita dapat bersama-sama bertumbuh dan menjadi satu kesatuan di dalam Tubuh Kristus dengan sempurna.
~> Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, - yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. // Ef 4:16.
** Persahabatan yang dibentuk di dalam persekutuan Tubuh Kristus yang demikian itu sangat indah dan sangat menguntungkan bagi Kristus Yesus, Tuhan kita, sebab nama Tuhan akan semakin dipermuliakan oleh setiap kita.
Karena kita sudah tidak mencari keuntungannya sendiri secara pribadi, melainkan selalu mencari keuntungan saudara-saudara kita yang lainnya dengan saling melayani dan saing menolong dengan tulus tanpa pamrih seperti Kristus yang telah melayani kita juga tanpa pamrih.
~> Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. // Mat 10:8.
** Jika setiap kita yang percaya dapat menjalin persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus dengan benar (SESUAI KEHENDAK TUHAN DAN BUKAN MENURUT KEHENDAKNYA SENDIRI), maka sungguh luar biasa kekuatan kita, sebab Tuhan akan menyertai kita, sehingga kekuatan setiap kita juga akan semakin meningkat dan bertambah kuat (Yos 23:10).
~> Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang. // Im 26:8.
CATATAN.
Setiap kita yang percaya kepada Kristus Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita yang sekarang ini tidak lagi hidup di bawah Hukum Taurat, melainkan hidup di dalam Kasih Anugerah Allah. Oleh sebab itu kita tidak boleh mengartikan ayat yang diatas ini secara hurufiah seperti orang-orang Perjanjian Lama, yang masih hidup di bawah Hukum Taurat, tetapi kita adalah orang-orang Perjanjian Baru yang hidup di dalam Kasih Anugerah Allah yang tiada terbatas. Jadi kita harus mengartikan ayat yang diatas ini secara rohani, yaitu : Kita akan mengejar dan menewaskan semua musuh (KEINGINAN DAGING / HAWA NAFSU) dengan pedang [= PEDANG ROH, yaitu: FIRMAN TUHAN (Ibr 4:12,13)], sehingga banyak orang-orang yang berdosa akan terselamatkan oleh kita untuk memperoleh Kasih Anugerah Allah, yaitu : HIDUP KEKAL di dalam Kerajaan Sorga (Rom 3:23-26). AMIN.
Haleluya… Haleluya……
~> Dilanjutkan ke jilid 6.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 68 / INJIL 2011 / 7.
Oleh : Amos Anthony Halim.
Setiap kita yang hidup di dunia ini sangat saling membutuhkan sesorang akan yang lainnya, sebab kita tidak mungkin dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Oleh sebab itu kita memerlukan suatu jalinan persahabatan antara seorang dengan yang lainnya.
** Sejak awal penciptaan, Allah juga mengerti, bahwa manusia tidak mungkin dapat hidup seorang diri saja, oleh sebab itu Dia menjadikan manusia yang lain sebagai penolongnya, tujuan Allah pada saat itu adalah agar manusia dapat saling tolong menolong dalam segala hal.
~> TUHAN Allah berfirman: “TIDAK BAIK, KALAU MANUSIA ITU SEORANG DIRI SAJA. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” // Kej 2:18.
Persahabatan di dalam dunia seringkali kita temui di sekitar kita, mereka menjadi saling terikat dan terkait satu dengan yang lainnya oleh karena mempunyai suatu profesi yang sama atau kesenangan / hobi yang sama, seperti:
IDI (Ikatan Dokter Indonesia), HIPMI (HImpunan Pengusaha Muda Indonesia), PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia), IMI (Ikatan Motor Indonesia), PERBAKIN (PERsatuan temBAK INdonesia), dan masih banyak lagi komunitas-komunitas lain yang banyak kita temui disekitar kita, seperti : Komunitas bersepeda santai, atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), seperti BNN (Badan Narkotika Nasional), LIRA (Lumbung Informasi RAkyat), dsb.
Bahkan yang lebih parah lagi di dalam persahabatan orang-orang yang belum mengenal Tuhan ini adalah jalinan persahabatan karena ada persamaan dalam mengejar kepuasan dosa (DAGING), sehingga mereka membentuk berbagai macam kelompok / persekutuan, misalnya : kelompok para penjudi, pemabuk, pezinah, pemakai narkoba, pencuri, perompak, dsb. Semuanya ini adalah persekutuan orang-orang diluar halaman yang sarat akan dosa.
Orang-orang yang belum mengenal Tuhan (ORANG-ORANG LUAR HALAMAN) dapat bersekutu seorang dengan yang lainnya tanpa memperdulikan apakah sahabatnya itu orang yang berdosa atau tidak, sebab yang terpenting bagi mereka adalah MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA. Sama seperti Herodes dan Pilatus di zaman Tuhan Yesus, mereka berdua awalnya saling bermusuhan, namun akhirnya mereka dapat bersekutu, karena mempunyai persamaan masalah dengan Putera Manusia Yesus Kristus.
----------------------------------------------------------------------------------
A ) PERSAHABATAN ORANG-ORANG YANG PERCAYA.
Anak-anak Tuhan, yaitu Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Krstus, sebagai Juruselamat, juga tidak mungkin dapat hidup seorang diri saja.! Karena setiap kita juga membutuhkan suatu hubungan / persahabatan dengan sesama kita.
Persahabatan di antara orang-orang yang percaya ada 2 macam, yaitu:
1 ) Persahabatan biasa, seperti yang ada di dalam dunia, dan
2 ) Persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus, hanya ada di dalam Kristus yang limpah dengan kebenaran firman-Nya.
Haleluya… Haleluya…..
~> Dilanjutkan ke jilid 2.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
Setiap kita yang hidup di dunia ini sangat saling membutuhkan sesorang akan yang lainnya, sebab kita tidak mungkin dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Oleh sebab itu kita memerlukan suatu jalinan persahabatan antara seorang dengan yang lainnya.
** Sejak awal penciptaan, Allah juga mengerti, bahwa manusia tidak mungkin dapat hidup seorang diri saja, oleh sebab itu Dia menjadikan manusia yang lain sebagai penolongnya, tujuan Allah pada saat itu adalah agar manusia dapat saling tolong menolong dalam segala hal.
~> TUHAN Allah berfirman: “TIDAK BAIK, KALAU MANUSIA ITU SEORANG DIRI SAJA. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” // Kej 2:18.
Persahabatan di dalam dunia seringkali kita temui di sekitar kita, mereka menjadi saling terikat dan terkait satu dengan yang lainnya oleh karena mempunyai suatu profesi yang sama atau kesenangan / hobi yang sama, seperti:
IDI (Ikatan Dokter Indonesia), HIPMI (HImpunan Pengusaha Muda Indonesia), PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia), IMI (Ikatan Motor Indonesia), PERBAKIN (PERsatuan temBAK INdonesia), dan masih banyak lagi komunitas-komunitas lain yang banyak kita temui disekitar kita, seperti : Komunitas bersepeda santai, atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), seperti BNN (Badan Narkotika Nasional), LIRA (Lumbung Informasi RAkyat), dsb.
Bahkan yang lebih parah lagi di dalam persahabatan orang-orang yang belum mengenal Tuhan ini adalah jalinan persahabatan karena ada persamaan dalam mengejar kepuasan dosa (DAGING), sehingga mereka membentuk berbagai macam kelompok / persekutuan, misalnya : kelompok para penjudi, pemabuk, pezinah, pemakai narkoba, pencuri, perompak, dsb. Semuanya ini adalah persekutuan orang-orang diluar halaman yang sarat akan dosa.
Orang-orang yang belum mengenal Tuhan (ORANG-ORANG LUAR HALAMAN) dapat bersekutu seorang dengan yang lainnya tanpa memperdulikan apakah sahabatnya itu orang yang berdosa atau tidak, sebab yang terpenting bagi mereka adalah MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA. Sama seperti Herodes dan Pilatus di zaman Tuhan Yesus, mereka berdua awalnya saling bermusuhan, namun akhirnya mereka dapat bersekutu, karena mempunyai persamaan masalah dengan Putera Manusia Yesus Kristus.
----------------------------------------------------------------------------------
A ) PERSAHABATAN ORANG-ORANG YANG PERCAYA.
Anak-anak Tuhan, yaitu Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Krstus, sebagai Juruselamat, juga tidak mungkin dapat hidup seorang diri saja.! Karena setiap kita juga membutuhkan suatu hubungan / persahabatan dengan sesama kita.
Persahabatan di antara orang-orang yang percaya ada 2 macam, yaitu:
1 ) Persahabatan biasa, seperti yang ada di dalam dunia, dan
2 ) Persahabatan di dalam persekutuan Tubuh Kristus, hanya ada di dalam Kristus yang limpah dengan kebenaran firman-Nya.
Haleluya… Haleluya…..
~> Dilanjutkan ke jilid 2.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 67 / INJIL 2011 / P.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. ->> Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau ? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. // Luk 16:1,2.
Artinya:
Setiap orang akan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya di hadapan Tuhan.
Segala sesuatu yang kita miliki ini (Harta, Tenaga, Waktu, Budi pekerti, Jabatan, dll) adalah fasilitas yang dinaugerahkan Tuhan kepada setiap kita, oleh sebab itu pergunakan segala fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya (SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN), karena akan mendapatkan upah Sorgawi, yaitu HIDUP KEKAL DI DALAM KERAJAAN SORGA.
** Segala sesuatu yang kita miliki sekarang ini hanyalah bersifat sementara, sebab sebagaimana kita datang di dunia ini, begitu pula kita akan kembali dalam keadaan sama seperti pada saat kita datang, oleh sebab itu kita juga harus mengumpulkan harta yang kekal, yaitu berbuat kebajikan kepada sesama kita manusia.
~> Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN !” // Ayb 1:21.
~> Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. ->> Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi ->> dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. // 1Tim 6:17-19.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. ->> Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau ? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. // Luk 16:1,2.
Artinya:
Setiap orang akan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya di hadapan Tuhan.
Segala sesuatu yang kita miliki ini (Harta, Tenaga, Waktu, Budi pekerti, Jabatan, dll) adalah fasilitas yang dinaugerahkan Tuhan kepada setiap kita, oleh sebab itu pergunakan segala fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya (SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN), karena akan mendapatkan upah Sorgawi, yaitu HIDUP KEKAL DI DALAM KERAJAAN SORGA.
** Segala sesuatu yang kita miliki sekarang ini hanyalah bersifat sementara, sebab sebagaimana kita datang di dunia ini, begitu pula kita akan kembali dalam keadaan sama seperti pada saat kita datang, oleh sebab itu kita juga harus mengumpulkan harta yang kekal, yaitu berbuat kebajikan kepada sesama kita manusia.
~> Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN !” // Ayb 1:21.
~> Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. ->> Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi ->> dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. // 1Tim 6:17-19.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 66 / INJIL 2011 / P.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukacita. // Luk 15:24.
Artinya:
Tuhan Yesus selalu menanti-nantikan jiwa anak-anak-Nya yang terhilang, asal mau kembali dan bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan Yesus tetap akan mengasihi dan menerimanya kembali.
** Kasih Tuhan Yesus tidak akan berubah selama-lamanya, dan Dia pasti akan mengampuni dan memulihkan keadaan anak-Nya yang mau datang kembali kepada-Nya.
~> Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. // Ibr 13:8.
~> Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. // 1Yoh 1:9.
** Oleh kasih-Nya yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, maka Tuhan Yesus pasti akan menerima, mengampuni dan memulihkan keadaan anak yang terhilang tersebut, namun ada banyak hal yang indah-indah menjadi rusak akibat dari kemurtadannya itu. Oleh sebab itu anak-anak Tuhan jangan sampai undur / terhilang.! Apalagi jika setelah terhilang dan ia tidak mau kembali, pasti tidak akan beroleh pengampunan dan pemulihan.!!
~> Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi SATU ORANG YANG KELIRU DAPAT MERUSAKKAN BANYAK HAL YANG BAIK. // Pkh 9:18.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukacita. // Luk 15:24.
Artinya:
Tuhan Yesus selalu menanti-nantikan jiwa anak-anak-Nya yang terhilang, asal mau kembali dan bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan Yesus tetap akan mengasihi dan menerimanya kembali.
** Kasih Tuhan Yesus tidak akan berubah selama-lamanya, dan Dia pasti akan mengampuni dan memulihkan keadaan anak-Nya yang mau datang kembali kepada-Nya.
~> Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. // Ibr 13:8.
~> Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. // 1Yoh 1:9.
** Oleh kasih-Nya yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, maka Tuhan Yesus pasti akan menerima, mengampuni dan memulihkan keadaan anak yang terhilang tersebut, namun ada banyak hal yang indah-indah menjadi rusak akibat dari kemurtadannya itu. Oleh sebab itu anak-anak Tuhan jangan sampai undur / terhilang.! Apalagi jika setelah terhilang dan ia tidak mau kembali, pasti tidak akan beroleh pengampunan dan pemulihan.!!
~> Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi SATU ORANG YANG KELIRU DAPAT MERUSAKKAN BANYAK HAL YANG BAIK. // Pkh 9:18.
Haleluya… Haleluya…..
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."
Seberapa penting faktor keberuntungan dalam hidup kita? Dalam banyak hal, faktor keberuntungan memang bisa membawa perbedaan nyata. Keberuntungan itu datang pada saat yang tidak disangka-sangka dan tidak terduga. Tidak terprediksi dan tidak direcanakan. Menang undian, door prize, lucky draw, misalnya, itu kita sebut dengan keberuntungan. Bisa masuk ke perguruan tinggi padahal waktu ujian rasanya kurang yakin, itu kita sebut juga dengan keberuntungan. . Seorang striker bisa menjebol gawang setelah melewati beberapa pemain bertahan dari tengah lapangan dalam pertandingan sepak bola. Orang capai-capai menabung untuk membeli sesuatu, tahu-tahu kita bisa memperolehnya lebih dahulu. Itu pun kita sebut keberuntungan. The luck factor atau faktor keberuntungan setiap orang pun seringkali kita anggap berbeda-beda. Ada yang selalu, ada yang sering, ada yang jarang malah ada yang merasa bahwa ia justru sebaliknya, sial melulu. Orang biasa menganggap bahwa keberuntungan itu adalah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi ternyata Alkitab mengatakan bahwa keberuntungan pun datangnya dari Tuhan. Bagi kita sebuah keberuntungan bisa jadi mengejutkan, tapi itu tetap saja tidak akan pernah terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan.
Ketika Yosua menerima tugas maha berat sepeninggal Musa, ia sempat ragu dan gentar. Siapa yang tidak? Menuntun bangsa yang tegar tengkuk, pakar bersungut-sungut dan bandelnya minta ampun seperti Israel bakal sama rasanya dengan bunuh diri. Bayangkan seandainya anda ada di pihak Yosua, tidakkah anda pun merasakan hal yang sama? Tapi Tuhan dengan pasti memilih Yosua. Yosua sudah melalui proses pelatihan yang begitu panjang sejak menjadi abdi Musa di masa mudanya. Ia terus ada bersama Musa dan belajar mengenai kepemimpinan, dan tentunya merasakan langsung bagaimana penyertaan Tuhan terus menerus hadir dalam perjalanan panjang tersebut. Bahkan pada suatu kali ia pun turut serta ketika Musa berhadapan langsung dengan Tuhan, muka dengan muka di dalam kemah. "Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." (Keluaran 33:11). Itu tentu saja bukan sebuah kebetulan, karena Yosua memang sudah dipersiapkan sejak awal oleh Tuhan. Tetapi tetap saja, ketika waktu bagi Yosua untuk memimpin tiba, ia merasa ragu dengan kesanggupannya. Dan Tuhan pun memberi nasihat kepadanya seperti yang bisa kita baca pada awal kitab Yosua, pada pasal 1. Dan disinilah kita kemudian menemukan kata "beruntung" yang ternyata punya kunci untuk kita peroleh. Perhatikan kedua ayat berikut:
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi." (ay 7)
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (ay
Dua kunci diberikan Tuhan agar kita bisa beroleh keberuntungan, itu tertulis jelas pada kedua ayat tersebut. Kunci atau petunjuk itu adalah:
1. Kita harus menguatkan dan meneguhkan hati.
2. Merenungkan, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan
Kedua kunci inilah yang akan mampu membawa keberuntungan dalam hidup kita. Bahkan dalam ayat 8 kita bisa melihat bahwa tidak saja keberuntungan, tetapi keberhasilan pun menjadi bagian kita apabila kita melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan.
Ada perbedaan nyata antara sebuah keberuntungan dan keberhasilan. Keberhasilan adalah sebuah proses, sesuatu yang bisa kita raih dengan kerja keras, ketekunan dan perjuangan. Sebagai sebuah proses, keberhasilan itu butuh waktu, yang terkadang bisa sangat panjang. Keberhasilan bukanlah sebuah rejeki nomplok yang bisa kita raih dalam sehari saja. Sedang keberuntungan seperti yang saya sebut diatas adalah sesuatu yang datang tidak terduga. Lewat Firman Tuhan hari ini kita pun sadar bahwa keberuntungan bukanlah kebetulan semata, tetapi merupakan hasil dari campur tangan Tuhan setelah kita melakukan perintahNya.
Kata kuatkan dan teguhkan hatimu diulang hingga dua kali mulai dari ayat ke 6 dengan penekanan yang lebih dalam ayat ke 7. Ini menunjukkan betapa pentingnya hal ini untuk kita perhatikan dalam menjalani kehidupan kita. Betapa seringnya kegagalan justru berasal dari permasalahan internal dalam diri kita. Kita terlalu cepat putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah. Tuhan tahu itu. Itulah sebabnya Tuhan menganggap penting untuk mengulang pesan ini hingga dua kali. Kemudian kita pun diingatkan agar tidak mengabaikan Firman Tuhan, tetapi haruslah membaca, merenungkan dan mengaplikasikannya. "Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum.." kata Tuhan. Itu menyatakan keharusan agar kita tetap melangkah bersama Firman Tuhan. Dalam keadaan apapun, kita wajib berpegang erat pada Firman Tuhan. Yesus juga mengingatkan hal tersebut. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7).
Bayangkan sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh keberhasilan dan keberuntungan. Bukankah itu akan sangat membantu kita? Bukan salah satu, tetapi keduanya bisa kita peroleh lewat kunci yang telah diberikan Tuhan langsung. Taatlah, lakukanlah sesuai Firman Tuhan, dan tetap kuatkan serta teguhkan hati. Itu akan membawa hidup kita masuk ke dalam sebuah hidup dimana keberhasilan dan keberuntungan bukan lagi sesuatu yang langka untuk kita nikmati.
Seberapa penting faktor keberuntungan dalam hidup kita? Dalam banyak hal, faktor keberuntungan memang bisa membawa perbedaan nyata. Keberuntungan itu datang pada saat yang tidak disangka-sangka dan tidak terduga. Tidak terprediksi dan tidak direcanakan. Menang undian, door prize, lucky draw, misalnya, itu kita sebut dengan keberuntungan. Bisa masuk ke perguruan tinggi padahal waktu ujian rasanya kurang yakin, itu kita sebut juga dengan keberuntungan. . Seorang striker bisa menjebol gawang setelah melewati beberapa pemain bertahan dari tengah lapangan dalam pertandingan sepak bola. Orang capai-capai menabung untuk membeli sesuatu, tahu-tahu kita bisa memperolehnya lebih dahulu. Itu pun kita sebut keberuntungan. The luck factor atau faktor keberuntungan setiap orang pun seringkali kita anggap berbeda-beda. Ada yang selalu, ada yang sering, ada yang jarang malah ada yang merasa bahwa ia justru sebaliknya, sial melulu. Orang biasa menganggap bahwa keberuntungan itu adalah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi ternyata Alkitab mengatakan bahwa keberuntungan pun datangnya dari Tuhan. Bagi kita sebuah keberuntungan bisa jadi mengejutkan, tapi itu tetap saja tidak akan pernah terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan.
Ketika Yosua menerima tugas maha berat sepeninggal Musa, ia sempat ragu dan gentar. Siapa yang tidak? Menuntun bangsa yang tegar tengkuk, pakar bersungut-sungut dan bandelnya minta ampun seperti Israel bakal sama rasanya dengan bunuh diri. Bayangkan seandainya anda ada di pihak Yosua, tidakkah anda pun merasakan hal yang sama? Tapi Tuhan dengan pasti memilih Yosua. Yosua sudah melalui proses pelatihan yang begitu panjang sejak menjadi abdi Musa di masa mudanya. Ia terus ada bersama Musa dan belajar mengenai kepemimpinan, dan tentunya merasakan langsung bagaimana penyertaan Tuhan terus menerus hadir dalam perjalanan panjang tersebut. Bahkan pada suatu kali ia pun turut serta ketika Musa berhadapan langsung dengan Tuhan, muka dengan muka di dalam kemah. "Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." (Keluaran 33:11). Itu tentu saja bukan sebuah kebetulan, karena Yosua memang sudah dipersiapkan sejak awal oleh Tuhan. Tetapi tetap saja, ketika waktu bagi Yosua untuk memimpin tiba, ia merasa ragu dengan kesanggupannya. Dan Tuhan pun memberi nasihat kepadanya seperti yang bisa kita baca pada awal kitab Yosua, pada pasal 1. Dan disinilah kita kemudian menemukan kata "beruntung" yang ternyata punya kunci untuk kita peroleh. Perhatikan kedua ayat berikut:
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi." (ay 7)
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (ay
Dua kunci diberikan Tuhan agar kita bisa beroleh keberuntungan, itu tertulis jelas pada kedua ayat tersebut. Kunci atau petunjuk itu adalah:
1. Kita harus menguatkan dan meneguhkan hati.
2. Merenungkan, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan
Kedua kunci inilah yang akan mampu membawa keberuntungan dalam hidup kita. Bahkan dalam ayat 8 kita bisa melihat bahwa tidak saja keberuntungan, tetapi keberhasilan pun menjadi bagian kita apabila kita melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan.
Ada perbedaan nyata antara sebuah keberuntungan dan keberhasilan. Keberhasilan adalah sebuah proses, sesuatu yang bisa kita raih dengan kerja keras, ketekunan dan perjuangan. Sebagai sebuah proses, keberhasilan itu butuh waktu, yang terkadang bisa sangat panjang. Keberhasilan bukanlah sebuah rejeki nomplok yang bisa kita raih dalam sehari saja. Sedang keberuntungan seperti yang saya sebut diatas adalah sesuatu yang datang tidak terduga. Lewat Firman Tuhan hari ini kita pun sadar bahwa keberuntungan bukanlah kebetulan semata, tetapi merupakan hasil dari campur tangan Tuhan setelah kita melakukan perintahNya.
Kata kuatkan dan teguhkan hatimu diulang hingga dua kali mulai dari ayat ke 6 dengan penekanan yang lebih dalam ayat ke 7. Ini menunjukkan betapa pentingnya hal ini untuk kita perhatikan dalam menjalani kehidupan kita. Betapa seringnya kegagalan justru berasal dari permasalahan internal dalam diri kita. Kita terlalu cepat putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah. Tuhan tahu itu. Itulah sebabnya Tuhan menganggap penting untuk mengulang pesan ini hingga dua kali. Kemudian kita pun diingatkan agar tidak mengabaikan Firman Tuhan, tetapi haruslah membaca, merenungkan dan mengaplikasikannya. "Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum.." kata Tuhan. Itu menyatakan keharusan agar kita tetap melangkah bersama Firman Tuhan. Dalam keadaan apapun, kita wajib berpegang erat pada Firman Tuhan. Yesus juga mengingatkan hal tersebut. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7).
Bayangkan sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh keberhasilan dan keberuntungan. Bukankah itu akan sangat membantu kita? Bukan salah satu, tetapi keduanya bisa kita peroleh lewat kunci yang telah diberikan Tuhan langsung. Taatlah, lakukanlah sesuai Firman Tuhan, dan tetap kuatkan serta teguhkan hati. Itu akan membawa hidup kita masuk ke dalam sebuah hidup dimana keberhasilan dan keberuntungan bukan lagi sesuatu yang langka untuk kita nikmati.
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 65 / INJIL 2011 / 13.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 12.
Setelah mengadakan pertemuan tersebut, maka setiap kita akan berpisah untuk pulang ke tempat kita masing-masing dengan pimpinan Roh Kudus, yang akan memimpin setiap kita di dalam kebenaran yang akan kita jadikan sebagai pokok-pokok keimanan kita.
** Pembukaan firman Tuhan di dalam gereja juga akan semakin berkembang dengan sangat pesatnya (Mat 10:16,17), ini semua terjadi untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan yang akan menyempurnakan gereja-Nya ditengah-tengah dosa dan kejahatan yang semakin melanda dimana-mana. Pada saat ini memang sangat banyak pengajaran-pengajaran yang diajarkan oleh para pimpinan gereja kepada sidang jemaat Tuhan, ada yang murni (SESUAI DENGAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN), juga ada yang campuran (MENCAMPUR ADUKAN ROHANI DENGAN DUNIAWI), bahkan ada juga yang sesat.! Sehingga membingungkan banyak anak-anak Tuhan yang kurang memahami firman Tuhan. Ini semua terjadi karena penggenapan firman-Nya.
~> Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu LALANG (yang campuran dan yang sesat) itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah GANDUM (yang murni) itu ke dalam lumbungku.” // Mat 13:30.
~> Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” // Mat 3:12.
Mensharingkan kebenaran firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus itu sangat besar manfaatnya bagi setiap kita, karena kita dapat: SALING MENGISI dan MELENGKAPI, SALING MENJELASKAN, dan SALING MENGINGATKAN. Sehingga kita tidak menjadi bingung, karena kita akan semakin mengerti dalam kebenaran firman Tuhan.
** Suatu hari nanti semua gereja Tuhan yang kepenuhan dan yang mau taat oleh pimpinan Roh Kudus, akan bertumbuh bersama-sama mencapai kebenaran firman Tuhan yang sama oleh Roh Kudus.
~> sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, ->> sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, ->> tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah DIA, KRISTUS, YANG ADALAH KEPALA. // Ef 4:13-15.
KESIMPULAN.
Jika ada suatu perbedaan pendapat mengenai kebenaran firman Tuhan, janganlah kita saling berdebat, atau saling menyalahkan dan saling menghakimi, karena itu semua hanya akan merugikan Kristus, karena dapat menimbulkan perpecahan dari satu kesatuan Tubuh Kristus.! Setiap kita adalah hamba-hamba Tuhan, oleh sebab itu serahkan semuanya kepada Dia, yang adalah Tuhan dan TUAN dari setiap kita yang percaya.
~> Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain ? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. // Rom 14:4.
Haleluya… Haleluya………
S – E – L – E – S – A – I
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 12.
Setelah mengadakan pertemuan tersebut, maka setiap kita akan berpisah untuk pulang ke tempat kita masing-masing dengan pimpinan Roh Kudus, yang akan memimpin setiap kita di dalam kebenaran yang akan kita jadikan sebagai pokok-pokok keimanan kita.
** Pembukaan firman Tuhan di dalam gereja juga akan semakin berkembang dengan sangat pesatnya (Mat 10:16,17), ini semua terjadi untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan yang akan menyempurnakan gereja-Nya ditengah-tengah dosa dan kejahatan yang semakin melanda dimana-mana. Pada saat ini memang sangat banyak pengajaran-pengajaran yang diajarkan oleh para pimpinan gereja kepada sidang jemaat Tuhan, ada yang murni (SESUAI DENGAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN), juga ada yang campuran (MENCAMPUR ADUKAN ROHANI DENGAN DUNIAWI), bahkan ada juga yang sesat.! Sehingga membingungkan banyak anak-anak Tuhan yang kurang memahami firman Tuhan. Ini semua terjadi karena penggenapan firman-Nya.
~> Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu LALANG (yang campuran dan yang sesat) itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah GANDUM (yang murni) itu ke dalam lumbungku.” // Mat 13:30.
~> Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” // Mat 3:12.
Mensharingkan kebenaran firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus itu sangat besar manfaatnya bagi setiap kita, karena kita dapat: SALING MENGISI dan MELENGKAPI, SALING MENJELASKAN, dan SALING MENGINGATKAN. Sehingga kita tidak menjadi bingung, karena kita akan semakin mengerti dalam kebenaran firman Tuhan.
** Suatu hari nanti semua gereja Tuhan yang kepenuhan dan yang mau taat oleh pimpinan Roh Kudus, akan bertumbuh bersama-sama mencapai kebenaran firman Tuhan yang sama oleh Roh Kudus.
~> sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, ->> sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, ->> tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah DIA, KRISTUS, YANG ADALAH KEPALA. // Ef 4:13-15.
KESIMPULAN.
Jika ada suatu perbedaan pendapat mengenai kebenaran firman Tuhan, janganlah kita saling berdebat, atau saling menyalahkan dan saling menghakimi, karena itu semua hanya akan merugikan Kristus, karena dapat menimbulkan perpecahan dari satu kesatuan Tubuh Kristus.! Setiap kita adalah hamba-hamba Tuhan, oleh sebab itu serahkan semuanya kepada Dia, yang adalah Tuhan dan TUAN dari setiap kita yang percaya.
~> Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain ? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. // Rom 14:4.
Haleluya… Haleluya………
S – E – L – E – S – A – I
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 64 / INJIL 2011 / 13.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 11.
Pencurahan Roh Kudus, pada awalnya terjadi disebuah rumah pada hari Pentakosta (Kis 2:1-13), ini berarti DIMULAINYA PENGGENAPAN JANJI ALLAH DI DALAM KITAB YOEL 2:28,29 untuk mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia pada hari-hari akhir [Bd. Kis 1:4,5; Mat 3:11; Luk 24:49; Yoh 1:33].
** Sebelum kematian-Nya, Tuhan Yesus juga menjanjikan Penghibur, yaitu Roh Kudus (Yoh 14:15) kepada setiap kita yang menuruti firman-Nya (Yoh 14:15, 21, 23).
~> Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih baik jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, AKU AKAN MENGUTUS DIA KEPADAMU. // Yoh 16:7.
** Hingga sampai saat ini, setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, akan diberi-Nya Kuasa, yaitu Roh Kudus (Kis 1:8), supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12). Oleh sebab itu pada saat kita mensharingkan kebenaran firman Tuhan, maka Roh Kudus yang ada di dalam diri setiap kita yang akan menuntun kita untuk menafsirkan hal-hal rohani kepada saudara-saudara kita yang juga sama-sama mempunyai Roh Kudus di dalam hatinya.
~> Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. ->> Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami menurut hikmat manusia, tetapi oleh Roh. // 1Kor 2:12,13.
Pertemuan di dalam persekutuan Tubuh Kristus itu indah sekali bagi setiap kita yang berharap kepada pertolongan Roh Kudus, agar setiap kita dapat:
- Mempelajari makalah,
- Mendengarkan penjelasan, dan
- Bertanya jawab.
Biarlah Roh Kudus yang menuntun setiap kita kepada kebenaran Ilahi, sehingga kita masing-masing akan mendapat berkat yang besar dari persekutuan Tubuh Kristus ini.! Tuhan yang telah menganugerahkan kepada setiap kita dengan talenta yang berbeda-beda, supaya kita dapat saling menasihati dan mengisi, agar kita limpah dengan kebenaran firman Tuhan, sehingga pengertian kita tentang kebenaran Firman Tuhan itu menjadi lengkap dan sempurna.
Semisalnya tiap-tiap orang mempunyai 30-40 kebenaran firman Tuhan, lalu kita bersama-sama mensharingkannya dengan Kasih Kristus dan ketulusan hati untuk membagi-bagikannya, maka pada saat kita pulang, pengertian kita tentang kebenaran firman Tuhan juga akan bertambah, sedikit-sedikitnya akan bertambah 5-20 kebenaran firman Tuhan, sehingga masing-masing dari kita akan memiliki kebenaran-kebanaran firman Tuhan lebih lengkap lagi.
Orang yang sudah diyakinkan oleh Roh Kudus, harus menerimanya dengan iman, sedangkan orang yang belum yakin, tidak perlu menerimanya, namun setidak-tidaknya ia menjadi mengerti / mengetahui suatu pandangan yang lain, yang suatu saat nanti juga akan dibutuhkannya.
Haleluya… Haleluya…..
~> Dilanjutkan ke jilid 13.
~~~ Tuhan Yesus memberkat kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 11.
Pencurahan Roh Kudus, pada awalnya terjadi disebuah rumah pada hari Pentakosta (Kis 2:1-13), ini berarti DIMULAINYA PENGGENAPAN JANJI ALLAH DI DALAM KITAB YOEL 2:28,29 untuk mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia pada hari-hari akhir [Bd. Kis 1:4,5; Mat 3:11; Luk 24:49; Yoh 1:33].
** Sebelum kematian-Nya, Tuhan Yesus juga menjanjikan Penghibur, yaitu Roh Kudus (Yoh 14:15) kepada setiap kita yang menuruti firman-Nya (Yoh 14:15, 21, 23).
~> Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih baik jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, AKU AKAN MENGUTUS DIA KEPADAMU. // Yoh 16:7.
** Hingga sampai saat ini, setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, akan diberi-Nya Kuasa, yaitu Roh Kudus (Kis 1:8), supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12). Oleh sebab itu pada saat kita mensharingkan kebenaran firman Tuhan, maka Roh Kudus yang ada di dalam diri setiap kita yang akan menuntun kita untuk menafsirkan hal-hal rohani kepada saudara-saudara kita yang juga sama-sama mempunyai Roh Kudus di dalam hatinya.
~> Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. ->> Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami menurut hikmat manusia, tetapi oleh Roh. // 1Kor 2:12,13.
Pertemuan di dalam persekutuan Tubuh Kristus itu indah sekali bagi setiap kita yang berharap kepada pertolongan Roh Kudus, agar setiap kita dapat:
- Mempelajari makalah,
- Mendengarkan penjelasan, dan
- Bertanya jawab.
Biarlah Roh Kudus yang menuntun setiap kita kepada kebenaran Ilahi, sehingga kita masing-masing akan mendapat berkat yang besar dari persekutuan Tubuh Kristus ini.! Tuhan yang telah menganugerahkan kepada setiap kita dengan talenta yang berbeda-beda, supaya kita dapat saling menasihati dan mengisi, agar kita limpah dengan kebenaran firman Tuhan, sehingga pengertian kita tentang kebenaran Firman Tuhan itu menjadi lengkap dan sempurna.
Semisalnya tiap-tiap orang mempunyai 30-40 kebenaran firman Tuhan, lalu kita bersama-sama mensharingkannya dengan Kasih Kristus dan ketulusan hati untuk membagi-bagikannya, maka pada saat kita pulang, pengertian kita tentang kebenaran firman Tuhan juga akan bertambah, sedikit-sedikitnya akan bertambah 5-20 kebenaran firman Tuhan, sehingga masing-masing dari kita akan memiliki kebenaran-kebanaran firman Tuhan lebih lengkap lagi.
Orang yang sudah diyakinkan oleh Roh Kudus, harus menerimanya dengan iman, sedangkan orang yang belum yakin, tidak perlu menerimanya, namun setidak-tidaknya ia menjadi mengerti / mengetahui suatu pandangan yang lain, yang suatu saat nanti juga akan dibutuhkannya.
Haleluya… Haleluya…..
~> Dilanjutkan ke jilid 13.
~~~ Tuhan Yesus memberkat kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 63 / INJIL 2011 / 13.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 10.
F ) LIMPAH DENGAN PENGERTIAN.
Mensharingkan pengertian tentang kebenaran firman Tuhan bersama-sama dengan para hamba Tuhan yang lainnya itu sangat bermanfaat bagi setiap kita yang mau merendahkan hati, karena setiap kita akan mendapatkan berkat Ilahi yang sangat besar sekali faedahnya bagi kita.
** Di dalam pertemuan ini setiap kita akan ditambah-tambahkan pengertian di dalam kebenaran firman Tuhan, sama seperti BESI YANG AKAN MENAJAMKAN BESI LAINNYA.
~> Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. // Ams 27:17.
** Orang yang suka membagi-bagikan pengertian kebenaran firman Tuhan dengan saudara-saudaranya yang lain, juga akan semakin limpah pengertiannya di dalam kebenaran firman Tuhan.
~> Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. ->> Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. // Ams 11:24,25.
** Di dalam forum diskusi untuk bertanya jawab ini, kita semua adalah murid-murid yang selalu bertanya-tanya kepada Roh Kudus, sebagai guru kita. Tetapi di dalam sebuah gereja, dimana kita sebagai sebagai salah satu dari anggotanya, maka kita juga harus taat kepada gembala kita (Ibr 13:17), dan meneladani kehidupan imannya.
~> Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. // Ibr 13:7.
** Sebagai pemimpin di dalam gereja yang membawahi seluruh sidang jemaat Allah juga harus memperhatikan pengajarannya dengan benar, sebab jika ia mengajarkan suatu pengajaran yang salah (MEMUTAR BALIKAN PENGERTIAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN), maka ia sendiri akan menerima penghukuman yang dahsyat dari Tuhan.
~> Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang MENAMBAHKAN sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka ALLAH AKAN MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA YANG TERTULIS DI DALAM KITAB INI. ->> Dan jikalau seorang MENGURANGKAN sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka ALLAH AKAN MENGAMBIL BAGIANNYA DARI POHON KEHIDUPAN DAN DARI KOTA KUDUS, SEPERTI YANG TERTULIS DI DALAM KITAB INI.” // Why 22:18,19.
-----------------------------------------------------------------------------------
G ) DIBAWAH PIMPINAN ROH KUDUS.
Semua peserta yang mengikuti pertemuan di dalam forum diskusi ini memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak pendapat dari hamba-hamba Tuhan yang lain. Disini kita memerlukan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita untuk menolong dan meyakinkan kita, agar kita mengerti tentang yang benar dan mana yang kurang tepat, sebab Roh Kudus sendiri yang akan menyelidiki setiap hati kita (1Kor 2:10).
Haleluya… Haleluya….
~> Dilanjutkan ke jilid 12.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 10.
F ) LIMPAH DENGAN PENGERTIAN.
Mensharingkan pengertian tentang kebenaran firman Tuhan bersama-sama dengan para hamba Tuhan yang lainnya itu sangat bermanfaat bagi setiap kita yang mau merendahkan hati, karena setiap kita akan mendapatkan berkat Ilahi yang sangat besar sekali faedahnya bagi kita.
** Di dalam pertemuan ini setiap kita akan ditambah-tambahkan pengertian di dalam kebenaran firman Tuhan, sama seperti BESI YANG AKAN MENAJAMKAN BESI LAINNYA.
~> Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. // Ams 27:17.
** Orang yang suka membagi-bagikan pengertian kebenaran firman Tuhan dengan saudara-saudaranya yang lain, juga akan semakin limpah pengertiannya di dalam kebenaran firman Tuhan.
~> Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. ->> Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. // Ams 11:24,25.
** Di dalam forum diskusi untuk bertanya jawab ini, kita semua adalah murid-murid yang selalu bertanya-tanya kepada Roh Kudus, sebagai guru kita. Tetapi di dalam sebuah gereja, dimana kita sebagai sebagai salah satu dari anggotanya, maka kita juga harus taat kepada gembala kita (Ibr 13:17), dan meneladani kehidupan imannya.
~> Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. // Ibr 13:7.
** Sebagai pemimpin di dalam gereja yang membawahi seluruh sidang jemaat Allah juga harus memperhatikan pengajarannya dengan benar, sebab jika ia mengajarkan suatu pengajaran yang salah (MEMUTAR BALIKAN PENGERTIAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN), maka ia sendiri akan menerima penghukuman yang dahsyat dari Tuhan.
~> Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang MENAMBAHKAN sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka ALLAH AKAN MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA YANG TERTULIS DI DALAM KITAB INI. ->> Dan jikalau seorang MENGURANGKAN sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka ALLAH AKAN MENGAMBIL BAGIANNYA DARI POHON KEHIDUPAN DAN DARI KOTA KUDUS, SEPERTI YANG TERTULIS DI DALAM KITAB INI.” // Why 22:18,19.
-----------------------------------------------------------------------------------
G ) DIBAWAH PIMPINAN ROH KUDUS.
Semua peserta yang mengikuti pertemuan di dalam forum diskusi ini memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak pendapat dari hamba-hamba Tuhan yang lain. Disini kita memerlukan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita untuk menolong dan meyakinkan kita, agar kita mengerti tentang yang benar dan mana yang kurang tepat, sebab Roh Kudus sendiri yang akan menyelidiki setiap hati kita (1Kor 2:10).
Haleluya… Haleluya….
~> Dilanjutkan ke jilid 12.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
No : AA – 62 / INJIL 2011 / 13.
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 9.
** Pertemuan para hamba Tuhan itu sangat indah dan sangat bermanfaat, apa lagi jika para pesertanya ada beberapa hamba Tuhan yang mempunyai jabatan sebagai guru, maka kita dapat mempersiapkan waktu untuk bertanya jawab tentang kebenaran firman Tuhan di dalam pertemuan tersebut, tetapi bukan sebagai seorang murid yang bertanya kepada gurunya, melainkan semua peserta harus mempunyai hati sebagai murid yang saling mensharingkan kebenaran firman Tuhan, sebab yang menjadi guru kita adalah ROH KUDUS itu sendiri yang akan mengajar dan memimpin setiap kita ke dalam seluruh kebenaran.
~> tetapi PENGHIBUR, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan MENGAJARKAN segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. // Yoh 14:26.
~> Tetapi apabila Ia datang, yaitu ROH KEBENARAN, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang. // Yoh 16:13.
Para hamba Tuhan yang mengikuti pertemuan tersebut hanyalah sebagai speaker Tuhan untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan seperti hikmat yang diperolehnya secara pribadi lepas pribadi (Yoh 15:26,27). Oleh sebab itu kita tidak boleh sombong dan merasa hebat atau merasa paling benar.! Karena itu berarti memegahkan diri dihadapan Tuhan, sebab Tuhan tidak menghendaki orang yang memegahkan dirinya (1Kor 1:29). Kalau kita bertanya jawab dengan kasih dan ketulusan untuk saling membagi-membagikan pengertian firman Tuhan tanpa “DOSA SOMBONG”, maka setiap kita pasti “BISA” mendengar pendapat dari saudara-saudara kita yang lainnya, menurut Ilham yang telah mereka dengar dari Tuhan; dan pada saat itu Roh Kudus juga akan memberikan peneguhan di dalam hati setiap kita tentang pendapat dari saudara-saudara kita yang lain, juga pendapat dari kita sendiri itu benar atau salah, Sebab Roh Kudus sendiri yang akan meneguhkan pendapat dari para peserta yang mengikuti pertemuan tersebut.
** Oleh sebab itu KITA TIDAK PERLU BERDEBAT atau MEMPERDEBATKAN PENGERTIAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN, melainkan HANYA BERTANYA JAWAB, yaitu : “MENJELASKAN APA YANG KITA YAKINI MENURUT PENGILHAMAN ROH KUDUS YANG KITA PEROLEH SECARA PRIBADI LEPAS PRIBADI.” Karena Dia, yaitu : ROH KUDUS yang menjadi GURU PRIBADI setiap kita, dan Dia juga yang akan memimpin acara pertemuan tersebut, sehingga setiap kita yang mau taat dengan sungguh-sungguh di dalam pimpinan-Nya akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, sesuai dengan peneguhan dari Roh Kudus.
~> Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. // 1Yoh 2:20.
Walaupun banyak doktrin di dalam Tubuh Kristus (GEREJA), namun masing-masing harus mempertanggung jawabkan keyakinan atau doktrin Synode Gerejanya di hadapan Tuhan, setiap kita memang sangat membutuhkan forum untuk bertanya jawab, agar dapat saling mensharingkan kebenaran firman Tuhan, tetapi bukan untuk membuat konsensus atau statement atau doktrin secara bersama-sama.
Haleluya… Haleluya…….
~> Dilanjutkan ke jilid 11.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Oleh : Amos Anthony Halim.
~> Lanjutan dari jilid 9.
** Pertemuan para hamba Tuhan itu sangat indah dan sangat bermanfaat, apa lagi jika para pesertanya ada beberapa hamba Tuhan yang mempunyai jabatan sebagai guru, maka kita dapat mempersiapkan waktu untuk bertanya jawab tentang kebenaran firman Tuhan di dalam pertemuan tersebut, tetapi bukan sebagai seorang murid yang bertanya kepada gurunya, melainkan semua peserta harus mempunyai hati sebagai murid yang saling mensharingkan kebenaran firman Tuhan, sebab yang menjadi guru kita adalah ROH KUDUS itu sendiri yang akan mengajar dan memimpin setiap kita ke dalam seluruh kebenaran.
~> tetapi PENGHIBUR, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan MENGAJARKAN segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. // Yoh 14:26.
~> Tetapi apabila Ia datang, yaitu ROH KEBENARAN, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang. // Yoh 16:13.
Para hamba Tuhan yang mengikuti pertemuan tersebut hanyalah sebagai speaker Tuhan untuk menyampaikan kebenaran firman Tuhan seperti hikmat yang diperolehnya secara pribadi lepas pribadi (Yoh 15:26,27). Oleh sebab itu kita tidak boleh sombong dan merasa hebat atau merasa paling benar.! Karena itu berarti memegahkan diri dihadapan Tuhan, sebab Tuhan tidak menghendaki orang yang memegahkan dirinya (1Kor 1:29). Kalau kita bertanya jawab dengan kasih dan ketulusan untuk saling membagi-membagikan pengertian firman Tuhan tanpa “DOSA SOMBONG”, maka setiap kita pasti “BISA” mendengar pendapat dari saudara-saudara kita yang lainnya, menurut Ilham yang telah mereka dengar dari Tuhan; dan pada saat itu Roh Kudus juga akan memberikan peneguhan di dalam hati setiap kita tentang pendapat dari saudara-saudara kita yang lain, juga pendapat dari kita sendiri itu benar atau salah, Sebab Roh Kudus sendiri yang akan meneguhkan pendapat dari para peserta yang mengikuti pertemuan tersebut.
** Oleh sebab itu KITA TIDAK PERLU BERDEBAT atau MEMPERDEBATKAN PENGERTIAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN, melainkan HANYA BERTANYA JAWAB, yaitu : “MENJELASKAN APA YANG KITA YAKINI MENURUT PENGILHAMAN ROH KUDUS YANG KITA PEROLEH SECARA PRIBADI LEPAS PRIBADI.” Karena Dia, yaitu : ROH KUDUS yang menjadi GURU PRIBADI setiap kita, dan Dia juga yang akan memimpin acara pertemuan tersebut, sehingga setiap kita yang mau taat dengan sungguh-sungguh di dalam pimpinan-Nya akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, sesuai dengan peneguhan dari Roh Kudus.
~> Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. // 1Yoh 2:20.
Walaupun banyak doktrin di dalam Tubuh Kristus (GEREJA), namun masing-masing harus mempertanggung jawabkan keyakinan atau doktrin Synode Gerejanya di hadapan Tuhan, setiap kita memang sangat membutuhkan forum untuk bertanya jawab, agar dapat saling mensharingkan kebenaran firman Tuhan, tetapi bukan untuk membuat konsensus atau statement atau doktrin secara bersama-sama.
Haleluya… Haleluya…….
~> Dilanjutkan ke jilid 11.
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
Ada seorang Ayah yang mempunyai empat orang anak laki-laki. Ia ingin agar keempat anaknya belajar untuk tidak cepat untuk menilai segala sesuatunya. karena itu ia menyuruh mereka masing-masing pergi ke hutan dan melihat sebuah pohon pir yang ada di sana. Anak pertama di sueuhnya pada musim dingin, anak ke dua pada musim semi, anak ke tiga pada musim panas, dan anak bungsu pada musim gugur.
Ketika keempat anak itu kembali, sang ayah memanggil mereka agar menceritakan apa yang mereka lihat. Anakpertama berkata bahwa pohon pir yang di lihatnya sangat jelek, batangnya bengkok, dan saling membelit. Anak kedua menceritakan hal yang berbeda, ia melihat pohon itu di penuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan. Lain dengan anak ketiga, dia mengatakan bahwa pohon itu penuh dengan bunga-bunga yang menebarkan aroma yang harum. Anak bungsu tidak setuju dengan mereka semua, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.
Sang ayahpun menjelaskan kepada keempat anaknya bahwa mereka semua benar, karena mereka masing-masing melihat ponon pir itu dalam empat musim yang berbeda. Kemudian ia berkata kepada anak-anaknya, "Mulai sekarang, jangan lagi menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit".
Ini merupakan pelajaran penting bagi kita untuk tidak cepat menilai keadaan. Ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat berkesimpulan bahwa Tuhan tidak adil dan tidak mengasihiAnda. Jangan pula menyalakan diri dan berkata bahwa Anda tidak mampu, bodoh dan bernasib sial. Di tangan Tuhan hidup Anda berarti, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya. Anda hanya perlu bersabar menunggu waktu Tuhan. Jika Anda tidak sabar ketika berada di musim dingin, maka Anda akan kehilangan musim semi pana yang menjanjikan harapan, dan tidak akan memanen hasil musim gugur.
Perjalan kehidupan dua tokoh Alkitab seperti Yakub dan Yusuf memberikan gambaran mengenai hasil dari kesabaran.
Jika saat ini Anda sedang berada pada masa-masa yang tidak menjanjikan harapan, tetaplah setia dan hasrapkanlah datangnya masa-masa indah yang Tuhan karuniakan....
KEGELAPAN MALAM TIDAK SELAMANYA BERTAHAN, ESOK AKAN DATANG FAJAR YANG AKAN MENGUSIR KEGELAPAN...
AMIN
Ketika keempat anak itu kembali, sang ayah memanggil mereka agar menceritakan apa yang mereka lihat. Anakpertama berkata bahwa pohon pir yang di lihatnya sangat jelek, batangnya bengkok, dan saling membelit. Anak kedua menceritakan hal yang berbeda, ia melihat pohon itu di penuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan. Lain dengan anak ketiga, dia mengatakan bahwa pohon itu penuh dengan bunga-bunga yang menebarkan aroma yang harum. Anak bungsu tidak setuju dengan mereka semua, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.
Sang ayahpun menjelaskan kepada keempat anaknya bahwa mereka semua benar, karena mereka masing-masing melihat ponon pir itu dalam empat musim yang berbeda. Kemudian ia berkata kepada anak-anaknya, "Mulai sekarang, jangan lagi menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit".
Ini merupakan pelajaran penting bagi kita untuk tidak cepat menilai keadaan. Ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat berkesimpulan bahwa Tuhan tidak adil dan tidak mengasihiAnda. Jangan pula menyalakan diri dan berkata bahwa Anda tidak mampu, bodoh dan bernasib sial. Di tangan Tuhan hidup Anda berarti, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya. Anda hanya perlu bersabar menunggu waktu Tuhan. Jika Anda tidak sabar ketika berada di musim dingin, maka Anda akan kehilangan musim semi pana yang menjanjikan harapan, dan tidak akan memanen hasil musim gugur.
Perjalan kehidupan dua tokoh Alkitab seperti Yakub dan Yusuf memberikan gambaran mengenai hasil dari kesabaran.
Jika saat ini Anda sedang berada pada masa-masa yang tidak menjanjikan harapan, tetaplah setia dan hasrapkanlah datangnya masa-masa indah yang Tuhan karuniakan....
KEGELAPAN MALAM TIDAK SELAMANYA BERTAHAN, ESOK AKAN DATANG FAJAR YANG AKAN MENGUSIR KEGELAPAN...
AMIN
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
Ketika aku belum bertobat dan setia kepada Yesus seperti sekarang ini. Kesalahan yang pernah aku lakukan dulu adalah suka bergabung bersama teman-teman untuk menonton film porno. Di suatu ruangan yang remang-remang , aku ikut duduk dan menyaksikan adegan demi adegan yang sangat merusak itu.
Selanjutnya pikiranku selalu dibayangi oleh apa yang sudah aku tonton, dan otakku merekam semua itu begitu kuat, sehingga aku mulai membayangkan perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya.
Aku menyadari betapa merusaknya tontonan itu dan sangat bisa mempengaruhi sikap dan tidakan seseorang.
Aku mendengar banyak sekali orang Kristen yang jatuh dalam perzinahan dan percabulan meskipun mereka sudah melayani sesamanya dan melayani Tuhan.
Setelah aku renungkan, dorongan yang begitu kuat untuk melakukan perbuatan-perbuatan cabul itu diantaranya adalah karena kebiasaan mengisi saat-saat senggang dengan menonton tayangan-tayangan porno atau membaca buku-buku porno.
CD dan buku-buku seperti ini memang banyak dan sangat mudah diperoleh di pedagang kaki lima di pinggir jalan dengan harga yang sangat murah. Namun akibatnya, moral jadi rusak, dan kehidupan jadi berantakan.
Kita lihat betapa banyaknya kasus tertangkap dan kemudian dipenjarakannya orang-orang yang melakukan kejahatan sexual terhadap orang dewasa dan juga terhadap anak-anak kecil tak berdosa. Dan korban dari kejahatan sexual itu akan lebih parah lagi menanggung beban kepahitan dan luka seumur hidup mereka.
Setelah aku bertobat dan menyatakan diri kepada Yesus, pengaruh jahat dan pikiran-pikiran kotor itu mulai hilang.
Aku tahu, hal itu terjadi karena Roh Kudus ada di dalam hatiku, memperbaharui hidupku dan menuntun aku dalam jalan dan kehidupan yang kudus seperti yang Tuhan mau.
Hal penting yang telah terjadi adalah, bahwa segala pengaruh dan godaan untuk memikirkan hal-hal yang kotor dan cabul, telah diganti dengan kebenaran dan keindahan Firman Tuhan yang selalu aku baca, dengar, dan renungkan siang dan malam.
Aku memutuskan untuk menjaga pikiranku dan mengisinya dengan Firman Tuhan, dengan merenungkan kebaikanNya dan selalu berdoa, dalam doa dan penyembahan syukur.
Dengan demikian tidak ada celah bagi pencemaran untuk masuk ke dalam pikiranku lagi. Dan aku menyadari sepenuhnya, kalau aku sedang mengalami kelemahan, tidak mempunyai kehidupan doa yang baik dan tidak membaca Firman Tuhan, maka dengan sangat mudahnya pikiran-pikiran jahat itu datiag menggoda dan membujuk untuk melakukan perbuatan dosa.
Benar kata Firman Tuhan, di Matius 12:43-45 yang berbunyi “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."
Saudaraku terkasih,
Sehingga tidaklah aneh kalau orang yang mengerti Firman Tuhan, dan kemudian membiarkan dirinya “kosong”, maka pikiran-pikiran sesat akibat kembalinya Roh Jahat itu akan membuat kehidupannya jadi berantakan dan semakin jahat.
Ya… Allah bapa Sorgawi, Tuhan Yesus dan Roh Kudus, tolong terus pelihara hati dan perbuatanku, agar selalu melekat erat padaMu. Amin.
Saudaraku terkasih,
Godaan dan dosa tidak memandang apakah kita seorang yang baru percaya, majelis gereja ataupun seorang Pendeta. Godaan itu akan selalu ada dan datang, setiap ia mendapat peluang atau celah untuk masuk di dalam hiidup kita. Ya itu tadi, kalau kita membiarkan hati pikiran kita “Kosong”.
Untuk menangkalnya dan lepas dari pengaruh godaan jahat itu, hanyalah dengan selalu mengisi seluruh hidup kita dengan kebenaran Firman Tuhan, membangun persekutuan dengan Tuhan dan mempunyai kehidupan doa yang baik.
Sungguh, jangan sekali-kali kompromi dengan dosa. Sekali kita mencoba untuk mengisi pikiran kita dan mulai berpaling kepada sesuatu yang tidak kudus, maka dengan segera kita akan terperangkap di dalamnya. Dan perlu upaya sangat keras dan dukungan Tuhan dalam mengkuduskannya.
Sehingga jangan pernah biarkan ruang dalam hati menjadi “kosong”, atau diisi oleh hal-hal yang kotor, tetapi biarkan Firman Tuhan, doa dan penyembahan syukur mengisinya.
DOAKU :
Ya Allah Bapa Sorgawi, Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Aku selalu menyerahkan hati dan pikiranku ke dalam kuasaMU. Penuhilah selalu dengan kehadiran dan kuasaMu, sehingga tidak pernah ada kesempatan iblis untuk memasukkan ide-de jahatnya dalam kehidupanku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku telah berdoa dan mengucap syukur. AMIN.
------------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Selanjutnya pikiranku selalu dibayangi oleh apa yang sudah aku tonton, dan otakku merekam semua itu begitu kuat, sehingga aku mulai membayangkan perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya.
Aku menyadari betapa merusaknya tontonan itu dan sangat bisa mempengaruhi sikap dan tidakan seseorang.
Aku mendengar banyak sekali orang Kristen yang jatuh dalam perzinahan dan percabulan meskipun mereka sudah melayani sesamanya dan melayani Tuhan.
Setelah aku renungkan, dorongan yang begitu kuat untuk melakukan perbuatan-perbuatan cabul itu diantaranya adalah karena kebiasaan mengisi saat-saat senggang dengan menonton tayangan-tayangan porno atau membaca buku-buku porno.
CD dan buku-buku seperti ini memang banyak dan sangat mudah diperoleh di pedagang kaki lima di pinggir jalan dengan harga yang sangat murah. Namun akibatnya, moral jadi rusak, dan kehidupan jadi berantakan.
Kita lihat betapa banyaknya kasus tertangkap dan kemudian dipenjarakannya orang-orang yang melakukan kejahatan sexual terhadap orang dewasa dan juga terhadap anak-anak kecil tak berdosa. Dan korban dari kejahatan sexual itu akan lebih parah lagi menanggung beban kepahitan dan luka seumur hidup mereka.
Setelah aku bertobat dan menyatakan diri kepada Yesus, pengaruh jahat dan pikiran-pikiran kotor itu mulai hilang.
Aku tahu, hal itu terjadi karena Roh Kudus ada di dalam hatiku, memperbaharui hidupku dan menuntun aku dalam jalan dan kehidupan yang kudus seperti yang Tuhan mau.
Hal penting yang telah terjadi adalah, bahwa segala pengaruh dan godaan untuk memikirkan hal-hal yang kotor dan cabul, telah diganti dengan kebenaran dan keindahan Firman Tuhan yang selalu aku baca, dengar, dan renungkan siang dan malam.
Aku memutuskan untuk menjaga pikiranku dan mengisinya dengan Firman Tuhan, dengan merenungkan kebaikanNya dan selalu berdoa, dalam doa dan penyembahan syukur.
Dengan demikian tidak ada celah bagi pencemaran untuk masuk ke dalam pikiranku lagi. Dan aku menyadari sepenuhnya, kalau aku sedang mengalami kelemahan, tidak mempunyai kehidupan doa yang baik dan tidak membaca Firman Tuhan, maka dengan sangat mudahnya pikiran-pikiran jahat itu datiag menggoda dan membujuk untuk melakukan perbuatan dosa.
Benar kata Firman Tuhan, di Matius 12:43-45 yang berbunyi “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."
Saudaraku terkasih,
Sehingga tidaklah aneh kalau orang yang mengerti Firman Tuhan, dan kemudian membiarkan dirinya “kosong”, maka pikiran-pikiran sesat akibat kembalinya Roh Jahat itu akan membuat kehidupannya jadi berantakan dan semakin jahat.
Ya… Allah bapa Sorgawi, Tuhan Yesus dan Roh Kudus, tolong terus pelihara hati dan perbuatanku, agar selalu melekat erat padaMu. Amin.
Saudaraku terkasih,
Godaan dan dosa tidak memandang apakah kita seorang yang baru percaya, majelis gereja ataupun seorang Pendeta. Godaan itu akan selalu ada dan datang, setiap ia mendapat peluang atau celah untuk masuk di dalam hiidup kita. Ya itu tadi, kalau kita membiarkan hati pikiran kita “Kosong”.
Untuk menangkalnya dan lepas dari pengaruh godaan jahat itu, hanyalah dengan selalu mengisi seluruh hidup kita dengan kebenaran Firman Tuhan, membangun persekutuan dengan Tuhan dan mempunyai kehidupan doa yang baik.
Sungguh, jangan sekali-kali kompromi dengan dosa. Sekali kita mencoba untuk mengisi pikiran kita dan mulai berpaling kepada sesuatu yang tidak kudus, maka dengan segera kita akan terperangkap di dalamnya. Dan perlu upaya sangat keras dan dukungan Tuhan dalam mengkuduskannya.
Sehingga jangan pernah biarkan ruang dalam hati menjadi “kosong”, atau diisi oleh hal-hal yang kotor, tetapi biarkan Firman Tuhan, doa dan penyembahan syukur mengisinya.
DOAKU :
Ya Allah Bapa Sorgawi, Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Aku selalu menyerahkan hati dan pikiranku ke dalam kuasaMU. Penuhilah selalu dengan kehadiran dan kuasaMu, sehingga tidak pernah ada kesempatan iblis untuk memasukkan ide-de jahatnya dalam kehidupanku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku telah berdoa dan mengucap syukur. AMIN.
------------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Diposting oleh
Helenika C Putri
komentar (0)
Sepucuk surat yang kukirim kepada Tuhan Yesus.
Tuhan, aku ingin tahu:
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?
Tolong Tuhan,
jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menanggung semuanya ini...
Jawaban Tuhan Yesus dari surga :
Anak-Ku terkasih, tidakkah kau sadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil.
Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan sedih yang tak terucapkan.
Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan...
Tapi tahukah kau anak-Ku, bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka?
Dan Aku
melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuat-Ku sangat marah.
Aku ijinkan semua itu terjadi
supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.
Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan
memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.
Aku
akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorang pun bisa menutupnya.
Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorang pun bisa mengambilnya.
Dan
Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.
Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku
mengabaikanmu, karena sesungguhnya mata-Ku ada di segala tempat,
mengawasi orang jahat dan orang baik.
Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal...Gbu
Tuhan, aku ingin tahu:
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?
Tolong Tuhan,
jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menanggung semuanya ini...
Jawaban Tuhan Yesus dari surga :
Anak-Ku terkasih, tidakkah kau sadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil.
Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan sedih yang tak terucapkan.
Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan...
Tapi tahukah kau anak-Ku, bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka?
Dan Aku
melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuat-Ku sangat marah.
Aku ijinkan semua itu terjadi
supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.
Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan
memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.
Aku
akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorang pun bisa menutupnya.
Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorang pun bisa mengambilnya.
Dan
Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.
Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku
mengabaikanmu, karena sesungguhnya mata-Ku ada di segala tempat,
mengawasi orang jahat dan orang baik.
Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal...Gbu

