AKU BERTOBAT TUHAN. AMPUNI AKU !!!



Di suatu hari yang cerah. Semilir angin membawa kehangatan, namun tidak bagi dua orang wanita yang tengah berbeban berat.

“Kami telah berbuat dosa, dan hati kami tertekan karenanya. Tolong…. Apa yang harus kami lakukan…?” kata mereka kepada seorang hamba Tuhan.

“Apakah yang telah merisaukan dan membebani pikiran saudariku terkasih…..?” sahut hamba Tuhan dengan lemah lembut dan penuh perhatian.

Dengan menundukkan kepalanya karena rasa malu dan tertekan, wanita pertama mengatakan dengan suara serak menahan tangis, “Aku telah berbuat dosa yang berat, dan menurutku itu merupakan dosa yang sangat mematikan. Aku telah menyerahkan kehormatanku kepada seorang laki-laki karena aku sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan mamaku yang sedang sakit parah…..”.

Belum selesai wanita pertama mengutarakan isi hatinya, wanita kedua sudah memotong pembicaraan itu dan berkata, “Kalau aku sih hanya berbuat dosa-dosa kecil saja. Aku hanya berbohong tentang uang belanja terhadap suamiku. Aku hanya mengambil kelebihan uang kembalian yang diberikan penjual.

Aku hanya mengambil daun pisang milik tetangga tanpa izin sewaktu membuat kue. Aku juga terkadang berbohong mengatakan aku tidak ada dirumah, karena aku malas menerima telpon. Aku terkadang suka bergosip tentang keburukan orang lain.

Yah…. Aku banyak melakukan dosa-dosa ringan yang lainnya. Aku pikir, dosa-dosa ringan yang kulakukan ini tidak akan mendatangkan kematian buatku, dan tidak perlu terlalu kucemaskan…” kata wanita kedua dengan tersenyum simpul.

Hamba Tuhan tersebut terdiam sejenak untuk memikirkan jawaban yang tepat untuk kedua wanita itu.

Setelah mendapat hikmat dari Tuhan, ia berkata, “Pergilah, dan bawalah sebuah batu untuk sebuah dosa yang telah kalian lakukan…..”.

Wanita pertama kembali dengan memikul batu yang sangat besar, sampai ia terengah-engah membawanya. Sementara wanita kedua dengan senyum menghiasi wajahnya, membawa satu tas berisi batu-batu kecil.

Lalu hamba Tuhan ini berkata, “Sekarang, kembalikan semua batu itu tepat ditempat di mana kalian telah mengambilnya…!!”.

Wanita pertama mengangkat batu besar itu dengan susah payah dan mengembalikannya ketempat semula, sedangkan wanita kedua tidak dapat lagi mengingat tempat semula dari batu-batu yang diambilnya. “Ini hal yang sangat sulit dilakukan” kata wanita kedua dengan rasa putus asa.

Hamba Tuhan itu berkata, “Inilah gambaran dosa yang kita lakukan. Jika kita berbuat dosa yang berat, hal itu sangat memberatkan hati nurani kita. Namun percayalah, dengan penyesalan yang sungguh-sungguh untuk tidak akan lagi terjerat dalam dosa dan bertobat mohon ampun pada Tuhan, maka Tuhan pasti akan mengampuni dosa kita, dan kita akan terbebas dari tekanan yang berat itu.

Sebaliknya, kalau kita terus menerus melakukan dosa-dosa yang menurut anggapan kita ringan walaupun kita tahu itu salah dan kita tidak pernah menyesalinya, kita tidak pernah mohon pengampunan akan dosa itu, maka kita akan terus terbelenggu olehnya, sehingga sangat sulit untuk kita lepas dari dosa itu dan dosa itu akan terus kita bawa seumur hidup kita……”


Saudaraku terkasih,

Memang tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi tetapi ada perbedaan antara orang yang menyerahkan diri kepada dosa dengan yang jatuh ke dalam dosa.

Setiap orang akan dibelenggu oleh dosa, kalau ia secara sadar menganggap remeh perbuatan dosa itu, dan menganggap hal yang biasa-biasa saja untuk dilakukan.

Oleh sebab itu, saudaraku dan terutama sekali kamu "Lisa Fransisca", cepatlah datang kepada Tuhan, mohon ampun kepadaNya untuk setiap perbuatan dosa yang telah menyakiti sesama dan mendukakan hati Tuhan. Dan bertekadlah untuk tidak pernah lagi terjerumus didalamnya. Dan percayalah Tuhan akan membebaskan kita.


(Roma 6:15-16)

(15) Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!

(16) Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

(17) Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

(18) Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.



What then? Shall we sin because we live not under Law but under God's favor and mercy? Certainly not! Do you not know that if you continually surrender yourselves to anyone to do his will, you are the slaves of him whom you obey, whether that be to sin, which leads to death, or to obedience which leads to righteousness? But thank God, though you were once slaves of sin, you have become obedient with all your heart to the standard of teaching in which you were instructed and to which you were committed. And having been set free from sin, you have become the servants of righteousness.


Doaku:

Allah Bapa Sorgawi, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus. Ampuni segala dosa dan salah yang telah kuperbuat. Aku ingin terbebas dari segala jenis dosa. Tolonglah aku ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus aku telah berdoa dan memohon. Amin.
---------------------

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.

0 komentar:

Poskan Komentar